Langsung ke konten utama

KITA YANG MELEBUR BERSAMA WAKTU



(kau hadir dalam hidupku, memberi sejuta harapan. Kemudian kau menghilang tanpa sepatah kata. Ini bukan lagi tentang cintaku, atau cintamu tapi tentang cinta kita yang melebur bersama waktu………….)

Namaku Reno. Aku adalah seorang pria yang terjebak oleh waktu, dan Terikat oleh cinta. Aku adalah orang yang masih menganggap cinta itu sakral, suci, dan indah. Bagiku tak ada yang boleh mengotori cinta, kesetiaan, dan kepercayaan. Satu tahun telah berlalu, semua dengan mudah kita lalui bersama. senyummu mampu mengguncang hidupku, hati, dan perasaanku. Semua dengan indah kita lalui dengan canda tawa, bahagia dan air mata. Dimana saat itu kau hadir dengan sejuta keindahan menawarkan kesetiaan, saat itu juga hatiku luluh terhadapmu.

Ku dengar kabar Rena akan pindah jauh meninggalkan tanah ini, meninggalkan semua kenangan yang telah terukir. Dengan mudah kau hapus semua cerita antara kau dan aku, bahkan kau tiba-tiba pergi menghilang tanpa kabar, tanpa sebuah kata perpisahan. sedikitpun tidak kudengar dari bibirmu yang merah merona itu. betapa sakitnya ketika aku mengetahui kabar itu dari orang lain.

Setahun telah berlalu, bahkan sampai detik ini aku belum mendapatkan kabar dari Rena, apakah kisah kita telah berakhir saat itu, atau masih kau gantung cinta ini. Mungkin ini kebodohan bagiku mengharapkan dirimu yang entah dimana, kamu menghilang dari hidupku seperti kilat. Kita baru saja memulai kisah dongeng yang indah menjadikannya nyata, namun kau menghancurkannya sampai menjadi abu. Masih ku kenang semua tentang kita, namun semakin hari hatiku semakin sakit ketika bayangan itu hadir kembali, dimana saat itu kau pergi meninggalkanku. Kini apakah aku harus melupakanmu atau masih bertahan untuk melanjutkan kisah kita? Tapi tampaknya niat darimu pun tak kunjung hadir memberi kepastian.
Waktu berputar dengan cepat seorang wanita masuk dikehidupanku, ia Sarah gadis cantik dengan hijab yang membalut kepalanya, senyumnya menawan. berhasil mengganti posisimu dihatiku, ia menawarkan cinta yang lebih indah dan suci, tutur katannya, sifatnya bahkan jauh lebih baik darimu. Ya dia yang Tuhan kirim kepadaku untuk menggantikan dirimu.

Semakin hari hubungan kami semakin dekat, perasaan teman berubah menjadi cinta, berlahan namamu mulai pudar dalam ingatanku, bukan lagi Rena tapi Sarah. Sarah hadir menghapus luka tentangmu. bersama dengan waktu pula berlahan tak tertinggal sedikit rasa ini padamu. Rena bagiku hanya sebuah kenangan, namun Sarah sebuah masa depan bukti dari cinta.

Setelah kau menghilang, tiba-tiba kau hadir kembali menuntut sebuah cinta, yang belum berakhir katamu, kau mengungkit sebuah cerita pahit yang tidak ingin aku dengar. Mana bisa kau hadir menghancurkan kisahku dengan Sarah wanita yang sekarang berada disampingku. Bahkan sampai detik ini kau belum bisa menjelaskan mengapa kau menghilang tanpa kabar.

Rena hanya masa laluku, meski kini kau hadir menawarkan keindahan yang lebih indah dari sebelumnya, namun bukan cinta yang kini aku harapkan tapi kejujuranmu serta kesetiaanmu. Ini bukan lagi tentang kisah cintamu dan cintaku bersama Sarah tapi tentang kita yang sudah tidak mungkin lagi bersama karna waktu telah menjawab semua pertanyaan yang bahkan tidak pernah kutemui jawabannya darimu, biarlah cerita itu melebur bersama waktu kemudian berlahan menghilang tanpa meninggalkan goresan luka.


Semoga dirimu bahagia dengan orang lain, dan kau bisa membuat sebuah kisah cinta yang lebih indah dari kisah kita……

NB: Maaf akhir-akhir ini penulis jarang memposting cerita islami, in sha Allah selanjutnya akan memulai menulis cerita islami... sering-sering mampir ya :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...