Langsung ke konten utama

Cinta yang tak akan terulang



Hati yang tak akan sama, sejauh mata memandang senyum itu masih teringat jelas....salam rindu terakhir kau sampaikan tepat dibulan Juli, saat itu kita berdiri dibawah rembulan, bermandikan cahaya dimana saat itu kita sepakat menjalin kasih, namun tuhan berkehendak lain saat keegoisan menguasaiku kau pergi menghilang seperti gelembung tanpa kudapat sepatah kata darimu selain kata “aku merindukanmu” namun, kau berlalu pergi bersama bayangan dan hembusan angin....kenangan itu masih tetap sama hingga kini,,,,

Gue berjalan menelusuri pepohonan yang rimbun, sayup-sayup angin menyapa dengan lembut, embun dipagi hari menyegarkan kulit, masih terasa sisa hujan semalam membasahi jalanan. Hari ini tepat dimana gue dan Karin jadian, kami mengikat janji setia, saling percaya tanpa sedikit kebohongan yang terlintas dalam pikiran kita.

Nama gue bensu, kadang teman-teman gue sering memanggil Ben. Saat ini gue tercatat sebagai karyawan terbaik dan teladan dikantor tempat gue bekerja, disalah satu perusahaan Swasta. Dalam sekejap jabatan gue naik dari karyawan biasa, menjadi Manager dengan penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Ben!” Terdengar seseorang memanggil nama gue dengan lantang. Sony sahabat gue yang selalu ada disetiap kapan dan dimanapun ada gue.
“kenapa Son?”
“ masih ingat, sama Lisa gak?”
“Lisa! Gak kenal gue.”
“ah payah loe, loekan dulu pernah naksir dia kan?”
 “oh, iya Lisa temen Kampus kita dulu?.”
“iya. Kemarin gue ketemu dia, loe tau gak dia bilang apa.”
“emangnya dia bilang apa?”
“gak nyangka gue sama loe ben, hidup loe bener-bener beruntung ya, selain tampan, naik jabatan, ternyata selama ini cinta loe gak bertepuk sebelah tangan, men.”
“apa sih maksud loe, gak ngerti gue, udah ah gue mau ke kantin.”

Guepun berjalan meninggalkan Sony yang berdiam diri ditempat duduknya, mulutnya masih belum berucap, sampai akhirnya langkah gue berhenti dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya.

Ternyata selama ini dia suka sama loe, dia juga nyimpan perasaan sama loe. Tapi ingat dia hanya bisa jadi teman loe gak lebih.”

Saat itu, gue sontak kaget. kabar yang gue dengar seperti sesuatu yang tidak mungkin terjadi, Lisa Mahasiswi dari Fakultas kedokteran, dia tidak hanya berparas cantik, dia juga pintar, dan baik bahkan hampir setiap hari dia selalu dikelilingi oleh teman-temannya, kepribadiannya yang menyenangkan mengudang begitu banyak kesan dalam dirinya.

Gue akui gue memang pernah jatuh cinta dengan gadis bernama Lisa, munafik bagi cowok yang gak jatuh cinta terhadapnya, bahkan banyak laki-laki yang ingin dekat denganya walau tidak memiliki tapi setidaknya bertemanpun sudah lebih dari cukup.

“ah, mana mungkin dia suka sama gue.”
“boy, gak ada yang gak mungkin didunia ini, buktinya pas kemarin gue ketemu dia, dia nanya loe. Gue kasih aja nomor loe ke dia, kalau gak percaya nanti tungguin dia pasti sms loe.”
 “hahahaha...bodo amat.”

Gue langsung jalan ke kantin seakan tidak percaya dengan ucapan Sony. jikapun iya, mana mungkin bisa gue bersama dengan Lisa. Bagi gue hubungan itu tidak akan pernah terjalin, seakan ada tembok besar memisahkannya hubungan kami. Ada Karin gadis yang gue pacarin 3 tahun yang lalu tepat dihari ini kami resmi jadian, gadis yang selalu membuat gue tertawa, hanya dia yang selalu bisa memahami setiap masalah yang gue hadapi. Bahkan dari bawah, dari gue bukan siapa-siapa dia yang selalu ada disamping gue, dia orang yang paling lantang buat gue berdiri lagi didalam keterpurukan yang hampir menghancurkan hidup gue.

Ya, dia karin wanita yang sederhana, menyimpan sejuta kebahagian dalam hidup gue, dia orang yang paling berjasa dalam hidup bahkan juga karir gue. Beberapa saat kemudia, HP gue bergetar, benar apa yang Sony bilang Lisa mengirim pesan.

Maav menggangu waktu istirahatnya.... benarkah ini Bensu? Lulusan Setia Negara dari Fakultas Manajeman angkatan 2011?

Tanpa berfikir panjang gue langsung membalas isi pesan gadis itu, wanita yang pernah membuat gue gak bisa tidur. Yang selalu membuat jantung gue berdetak kencang tak beraturan.

Iya benar, maaf ini dengan siapa?
Aku Lisa, masih ingat?
Oh, Lisa iya pasti, kamu apa kabar?
Baik, kamu sendiri apa kabar?
Sama aku juga baik, lagi sibuk apa?

Dan pada akhirnya SMS kami berlanjut sampai malam, bahkan keesokan harinya,  bahkan yang lebih parah lagi, kemarin gue benar-benar melewatkan dimana hari jadian gue bersama karin di Taman Senopati dan meninggalkan dia sendirian tanpa kabar.

Entah kenapa sejak Lisa datang dikehidupan gue, cinta ini bergejolak seakan gue gak rela melepaskan Lisa, bahkan juga Karin. Semakin hari hubungan gue dengan Lisa semakin dekat, ada suatu ketika dimana Lisa benar-benar menanyakan status gue, tanpa gue sadari kata-kata itu keluar dengan sendirinya tanpa gue sadari. Gue mengaku pada Lisa kalau gue masih sendiri dan belum memiliki pacar.

Waktu menunjukan pukul 17.00 semua karyawan bergegas pulang, meninggalkan kantor, namun hanya gue yang masih duduk terdiam membisu seribu bahasa. Menanti jawaban dari Lisa yang belum juga memberi kabar kepadanya.

“woi..., ben gak pulang loe? Yuk udah jam berapa ni?”
“gak deh, loe duluan aja, gue lagi nunggu balesan ni, mau jemput.”
“teleponlah! susah amat. Jemput Karin ya?”
“bukan, jemput Lis.....”

Tanpa gue sadari mulut gue hampir menyebut nama Lisa didepan Sony, dan seperti dugaan gue, Sonypun menyadari kalau gue semakin dekat dengan Lisa.

“apa! Tadi loe bilang Lisa?”
“ah, bukan...maksud gue sepupu gue si Listi, ya Listi.”
“alah, gak usah bohong loe sama gue, gue kenal siapa loe. Ben loe udah punya Karin Men. Jadi buat apa sih loe sama Lisa.”
“bukan gitu Son, gue Cuma temenan doang.”
“pantes selama ini loe selalu pulang cepet, udah gak asik diajak nongkrong bareng lagi, gue kira loe berubah karena Karin ternyata gue salah. Ben waktu itu gue emang kasih no loe sama Lisa, tapi hanya untuk silaturahmi aja. gak ada maksud buat comblangin loe, karena gue tau Karin udah yang terbaik buat loe.”
“iya gue tau, jadi loe tenang aja gue gak mungkin nyakitin hatinya karin.”
“loe temen gue, Karin juga temen gue. Jadi gue gak mungkin berpihak sama siapapun. Gue Cuma ngingetin loe jauhin Lisa, karna lambat laun Karin bakalan tau hubungan loe dengan Lisa. Inget ben tanpa loe sadari, loe udah nyakitin Karin.”

Sonipun pergi ninggalin gue, saat itu gue masih berusaha mencerna setiap kata-kata yang dilontarkan Sony barusan, namun semakin gue pikirin semakin sulit buat gue cerna. Lisa cinta pertama gue, namun perasaan itu pernah menyakitkan, berlahan Karin masuk dan menghapus nama Lisa dalam hidup gue meski tidak sepenuhnya terhapus namun bayangan itu masih tetap ada, kini Lisa masuk kedalam hidup gue dan Karin, membuat goresan dan cerita baru, kisah yang belum sempat terukir rasanya tak rela untuk melepaskannya, karna kisah antara gue dan Lisa dulu sebuah cinta yang tak tersampaikan, namun kini tuhan berbaik hati mempersatukan kami dengan cara menyakitkan.

Tanggal 25 Juli, pukul 19.00 WIB Karin, menghubungi gue, dimana saat itu gue bersama Lisa sedang merayakan hari ulang tahun gue yang ke 27, karena paniknya gue terpaksa mematikan ponsel agar tidak diketauan oleh Lisa maupun Karin. Namun saat itu perasaan gue benar-benar gak tenang, jantung serasa berdegub kencang. Harusnya gue bahagia tapi gue merasakann kehampaan, gue serasa kesepiaan padahal saat itu ada Lisa didepan gue.

Malampun berlalu, tepat jam 22.00 setelah mengantarkan Lisa, gue langsung pulang kerumah tanpa berfikir mengunjungi Karin. Sesampai dikamar ponsel yang tadinya mati, langsung gue hidupkan. Beberapa detik kemudian 11 SMS masuk dari Karin dan Sony.

Bi kamu dimana?

Bi kamu dimana? Ko gak bales SMS aku?

Bi, kamu dimana sih? kita udah 3 minggu loe gak ketemuan, masa kamu gak kangen sih sama aku L.

Bi, bales dong sms aku, aku rindu kamu. Sekarang udah didepan rumak kamu. Kamu keluar dong?

Bi, kamu marah ya sama aku, aku minta maaf kalau punya salah, tapi mohon kasih aku penjelasan dimana letak kesalahan aku. Aku sayang kamu. Selamat ulang tahun sayang.

Ya, udah deh kalau kamu gak mau keluar dan bales sms aku gak apa-apa semoga besok kamu maafin aku. Selamat malam sayang. Aku pulang ya.

Ben loe dimana? tadi gue kerumah loe, tapi loenya gak ada. Ada Karin juga nih, kasian dia dari tadi nungguin loe. 

Ben, setidaknya loe bales sms Karin, dia kesini ngasih suprise ulang tahun loe.

Ben loe lagi sama Lisa ya? Keterlaluan banget sih loe, sampe sms gue sama Karin aja gak di bales. Karin berfikir loe marah  sama dia.

Inget Ben jangan sampe nanti loe nyesel. Cukup tau loe aja selamat ulang tahun deh. Gue balik.

Bi, aku merindukanmu.

Keesokan hari, gue dapat kabar dari kantor kalau Sony tidak masuk kerja, karna harus dirawat dirumah sakit akibat tabrak lari, dia mengalami luka berat sehingga harus menjalani operasi, bukan hanya itu gue dapat kabar juga kalau dia membonceng seorang wanita, dan kabarnya wanita itu tidak selamat dan harus menghembuskan nafas terakhir sebelum dilarikan kerumah sakit.

Sontak badan guepun keringat dingin, tubuh gue menjadi lemas, bahkan rasanya kaki sulit untuk berjalan, yang ada dibayangan gue saat itu, bahwa Sony malam itu berada dirumah gue, bersama karin. Maka wanita yang dibonceng Sony tak lain adalah Karin, Wanita gue.

Dengan berat hati gue benar-benar meluncur kerumah Karin untuk memastikan apakah dugaan gue benar atau salah. Sesampainya dikomplek pertanian tampak ramai orang-orang berjalan menuju kerumah besar berwarna hijau berpagar hitam, terlihat dari kejauhan sebuah bendera kuning terpasang ditenda tepat dirumah itu. Tak terasa kaki menjadi lemas, air mata mengalir pandangan guepun berubah hitam.

Saat terbangun tiba-tiba gue berada dikamar Karin, ternyata gue pinsan begitu lama, sehingga jenazah Karinpun tidak sempat gue lihat. Ya. tuhan memang begitu adil, gue adalah lelaki paling jahat didunia bahkan tuhan saja tidak mengizinkan gue melihat wajah Karin untuk terakhir kalinya. Ayah Karin sejak tadi duduk disamping gue dan berusaha mencoba untuk menenangkan gue. ayah Karinpun sudah menganggap gue seperti anaknya, namun pada kenyataannya gue udah sejahat itu pada anaknya.

2 minggu setelah kepergiaan Karin, Sonypun sadar dari komanya, operasipun berjalan lancar dan akhirnya lambat laun Sony menyadari kepergian Karin, meski sempat terpukul namun semua berusaha untuk menyakininya bahwa kepergiaan Karin itu murni kecelakaan. Berlahan sonypun mau bicara sama gue setelah sempat seminggu tidak mau menyapa gue, kabar yang gue terima dari Sony, sontak membuat gue hancur seperti melebur bersama api, dimana tepat malam itu dihari ulang tahun gue, Karin datang membawa kejutan  dan berharap gue berada disana merayakan ulang tahun bersama dengannya, Karin merasa terpukul karna tidak mendapat balasan dari gue. Disana gue merasa hancur, gue merasa terluka setela ia udah gak ada lagi didunia ini.

Kini baru gue sadar kalau karin adalah harta berharga yang gue miliki didunia ini, jika saya gak ada Lisa mungkin hubungan gue sama Karin akan baik-baik saja, tapi itu semua karena keegoisan gue, yang gak pernah bisa menjaga kesetiaan kepada Karin, semua hanya tinggal kenangan pahit, bahkan gue pun tidak sempat membalas SMS dan melihat wajahnya. Penyesalan selalu datang terakhir dan semua itu tidak akan terulang. Jikapun ada pengganti maka kisah cinta kita tidak akan pernah terulang. Yang ada hanya penyesalan

Hari ini tepat 40 hari kepergiamu sayang aku hanya bisa berdoa semoga kau damai disana, tuhan adil padamu aku adalah laki-laki jahat bagaimana tidak tuhan membalasnya dengan tidak mengizinkan ku melihat wajahmu untuk terakhir kalinya, bahkan tidak sempat aku membalas SMSmu dan mengatakan aku juga merindukanmu, kamu pergi tepat dihari ulang tahunku maka kisah ini akan membuat aku selalu mengenangmu dengan penuh penyesalan diakhir hayatku. Sayang maafkan aku, kini tak lagi kudengar canda tawamu, ceriamu yang selalu menghiburku, kau memberikanku semangat hingga aku berhasil, saat aku terjatuh kau selalu mendukungku bahkan hidupku selalu penuh kenangan bersama denganmu, hingga akhirnya aku berkhianat padamu. Sayang silahkan jika memang pada akhirnya kau membenciku, itulah yang pantas aku terima darimu jika memang kudapat kata maaf darimu. Jika seperti ini aku hanya ingin menjadi Bensu yang biasa saja namun ada kamu menemani setiap langkahku. Sayang semoga kamu damai disana, aku merindukanmu. i hope God can listen my pray.

Untukmu sayang Karin dari Bensu :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...