Langsung ke konten utama

Takdir Tak Pernah Salah




Dalam Kumpulan Antologi Cinta Dalam Doa yang diadakan oleh Penerbit Serumpun
Judul: Takdir Tak Pernah Salah
Penulis: Yuli Yanti (Yuliee Pelangi)
Penerbit: CV. Serumpun


Jika kematian menghapus lukamu, maka relaku melepasmu.

Gumpalan putih seperti kapas berterbangan, kemudian berlahan mendarat di ranting pohon, yang daunnya banyak berguguran. Gadis dengan hijab merah tampak tersenyum lebar, sesekali ia berlari dan berputar-putar seakan menikmati salju yang sedang turun.

Ruby gadis kelahiran Indonesia, berparas cantik dan berkulit putih tampak bahagia menyambut pergantian musim di Tokyo, tempatnya menghabiskan waktu selama enam tahun. Kini gadis itu harus bersiap-siap kembali ke tanah kelahirannya yaitu Pariaman, Sumatera Barat.

Sebuah suara menggema dari belakang. Gadis itu reflek berdiri menyambut suara yang sangat tak asing di telingannya, seketika tubuh gadis itu sudah berhambur pada wanita paruh baya yang sedang berdiri dihadapannya.

“Kau tidak lelah nak?”
“Tidak. Harusnya aku yang bertanya itu Bun. Apakah Bunda selama ini lelah menjagaku?”
“Tak ada kata lelah di hati Bunda untukmu. Kamu harus tau nak bahwa setiap nafas bunda akan selalu ada cinta serta doa untukmu,” Ucap wanita paru baya itu tersenyum.
“Terima kasih untuk semuannya Bun. Hari ini kita akan kembali ke Indonesia, apakah uda Adnan masih mengingatku?”
“Bagaimana mungkin ia bisa lupa akan adik yang ia sayangi.”

Wajah teduh itu tersenyum, kemudian mencium pipi Bundanya yang masih menatap lurus jalanan penuh salju. Ada sebuah guratan ketidak yakinan tergambar pada wajah yang sudah mulai menua itu. Namun sebisa mungkin ia memperlihatkan senyumnya kepada anak gadis satu-satunya itu. Ruby sadar ketika matanya menatap wajah bundanya, bahwa ia tak yakin bahwa uda satu-satunya merindukannya. Sebab hati yang mengeras tak akan pernah mudah mencair, bila rindu tak menerimanya masuk.

“Bagaimana rindu bisa bertahan, jika tuannya menolak!” Ucapnya Lirih.
Wanita paruh baya itu terdiam, tangannya terlepas dari genggaman Ruby.
“Ruby sayang. Bagaimana novel yang kemarin kamu buat! Bolehkah bunda membacanya?” Ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Wanita paruh baya itu mengampiri Ruby, kemudian kembali menggengam tangan putrinya. Ia mendekap, sambil mengelus puncak kepala Ruby.
“Bunda mengalihkan pembicaraan. Bunda kira aku masih anak-anak!”
Gadis itu melepas genggaman tangan bundanya, kemudian berjalan meninggalkan wanita paruh baya itu. Tak berapa lama kakinya terhenti, saat suara itu berhasil singgah di telinganya.
“Jika tuannya menolak, maka kamu harus mengetuk dulu pintu hatinya.”
Ruby memutar badannya, kemudian berlahan menatap lekat manik-manik mata bundanya. Ada kekhawatiran, kesedihan bersarang di bola mata nan hitam itu. Seketika bergetarlah hati ruby dan kemudian memeluknya dengan erat.
“Bagaimana jika aku tak berhasil mengetuk hatinya?” Bisiknya pelan.
“Jangan menyerah. Sebab rindu terkadang tertutupi, oleh ego yang tidak kita mengerti.”

Gadis itu membiarkan tubuhnya beberapa saat ada dalam pelukkan bundanya. Ia hanya menginginkan ketenangan dan sandaran, ketika kelelahan berulang kali membiusnya lagi dan lagi. Sementara gadis itu tetap tegar, sebab ia percaya bahwa setiap lelah akan terbayar mahal oleh kebahagian. Walau baginya berkemungkinan kecil, namun ia percaya keajaiban akan selalu ada..
***
“Ruby, ada surat dari Uni Laras,” Teriak Bunda dari ruang tengah.
“Benarkah?”Gadis itu berlari menuju ruang tengah, surat yang berada di tangan Bunda langsung diraihnya. Laras adalah kakak sepupunya, wanita yang sangat ia percaya selain bundanya. Laras menjadi tempat curhat dan sekaligus bunda kedua untuknya. Walau terpisah jarak dan waktu, Laras selalu menjadi informan segala tentang uda Adnan.

Tokyo, 24 Januari 2014
Dek Ruby jannah Tanjung
Asalamuallaikum wr.wb

Untuk adikku yang jauh di mata namun terasa dekat di hati. Ku berharap kau semakin sehat dek. Rinduku tak kan pernah bisa terkalahkan oleh masa, meski hati menolak untuk bilang tak apa.
Bohong bila ku katakan tak rindu
Munafik jika ku katakan aku tak menginginkanmu
Bibir boleh saja berdusta, namun hati tak dapat mengelak. Kepergianmu enam tahun lalu menyisahkan luka, saat ku tau kenyataan tentang dirimu. Marah lantas pada siapa? Berteriak harus kulampiaskan kemana? Hanya cinta dalam doa yang bisa kupanjatkan untuk menghantarkan kepergianmu, berharap agar kau di sana dalam keadaan sehat.
Bagaimana dengan sastraku dek? Apakah sudah bisa aku menjadi penulis sepertimu?
Oh ya, uda Adnan semakin gagah dan sehat. Sepertinya ia merindukanmu, cepatlah kembali kami merindukanmu.

Laras Puspita Tanjung
(Indonesia)

Ruby terdiam, matanya berkaca-kaca saat membaca surat dari Laras. Entah haruskah ia bahagia, atau bersedih dengan isi surat yang ia terima. Namun hati tak dapat dibohongi, batinnya menangis, seakan ada suatu hal yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata tetapi menyeretnya pada luka, yang ia tak mengerti.

Bunda memperhatikan punggung Ruby, ada pertanyaan besar bersarang di kepalanya. Apa yang membuat putrinya terdiam cukup lama setelah membaca surat yang ia terima dari Laras. Namun Bunda memberikan luang untuk Ruby bermeditasi dengan dunianya sendiri.

“Sastra Uni Laras makin indah, rasanya ia akan mengalahkanku menjadi seorang penulis sukses.” Ucapnya pelan.
“Apakah kamu takut dikalahkan oleh Uni Laras?”

Ruby hanya menggeleng. Masih dalam keadaan membelakangi bundanya. Sebuah butiran air mata memaksanya untuk keluar, padahal tuannya menolak untuk menangis. Namun sayang butir-butir itu tetap tak mau mengalah, dan jatuh tanpa intruksi darinya. Ruby berdiri kemudian berjalan masuk ke dalam kamar.

Bunda masuk ke dalam kamar Ruby. Namun yang terjadi tubuhnya lunglai dan melemas saat melihat tubuh putrinya tergeletak tepat di pintu kamar mandi. Segala kekuatan yang masih tersisa ia segera membawa putrinya ke rumah sakit. Namun na’as dengan segala kemukingan yang terjadi takdir berkata lain, bahwa dia yang dirindukan diminta oleh pemilik-Nya kembali.

Hujan mengiringi kepergian Ruby, seakan langit ikut berduka di tinggal orang terkasihnya. Bunda membawa pulang jenazah Ruby, air mata di rumah duka membanjiri ucapan turut berduka cita. Namun sayang Adnan uda kesayangannya tak kunjung datang.

“Mana Adnan?” Tanya bunda pada Laras.
Laras terdiam, begitu juga dengan ayah. Sementara Bunda dengan wajah penuh amarah, meminta Laras untuk segera menjawab semua pertanyaannya.
“Laras jaweak Ande, dima Adna kini ko?”

Ayah menenangkan bunda yang kehilangan kendali. Namun sayangnya bunda tetap keras kepala, untuk segera mengetahui keberadaan Adnan. Setelah ayah menyakinkan bahwa bunda terlihat tenang, ayah membawa bunda ke rumah sakit tempat Adnan di rawat.

Bunda mematung dengan segala situasi yang terjadi dalam hidupannya. Semua kenyataan yang ada seakan menghukum hidupnya, setelah di tinggal putri semata wayangnya, kini ia harus dihadapi kenyataan bahwa putranya harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.

“Adnan?” Panggil bunda.
Tapi sayang lelaki itu meminta untuk bundanya menjauh darinya. Rasa benci dan amarah bertahun-tahun setelah di tinggalkan bundanya, membuat rasa cinta di hatinya padam begitu saja.
“Untuk apa bunda ke sini? Setelah enam tahun pergi meninggalkanku, memilih untuk menyekolahkan Ruby ke Jepang. Sejak saat itu aku hidup sebatang kara, karena kalian lebih mementingkan Ruby dibandingkan aku.”
“Tidak nak. Bunda hingga saat ini masih tetap mencintamu dan juga Ruby.”
“Cinta! Apakah meninggalkan putranya itu cinta? Apakah saat aku masuk rumah sakit, karena harus operasi ginjal bunda tak datang, itu namanya cinta? Kini aku harus mengalami ini, kakiku harus diamputasi, dan bunda baru datang. Takdir memang jahat, sama halnya seperti bunda. Sekarang bunda keluar, aku tak butuh bunda. Urusi saya putrimu itu,” Ucapnya teriak, sambil memukul-mukul kepalanya.
“Hentikan. Cukup Adnan.” Ucap ayah.
“Nak, Takdir tak pernah salah datang menghampiri makhluk-Nya. Hanya saja kita yang tak pernah siap dengan kemungkinan yang ada. Kamu harus tau satu hal bahwa bunda, ayah bahkan Ruby sangat menyayangimu. Ruby ke jepang bukan untuk sekolah, melainkan harus menjalani operasi kanker otak. Tumor otak ganas menyebar cepat ke bagian lain dari otak dan tulang belakangnya, beberapa rumah sakit di sini menyarankan bahwa Ruby harus di bawa berobat ke Jepang. Enam tahun ia harus melawan rasa sakit, bahkan tusukan jarum suntik lagi dan lagi menghujam tubuhnya. Namun ia tak pernah menyerah, ia selalu tersenyum sebab ia memiliki harapan hanya untuk bisa bertemu denganmu. Kamu harus tau Adnan setiap shalat nama yang selalu ia sebut adalah namamu setelah Ibu dan ayah, cinta dalam doa selalu ia sematkan untuk abangnya. Saat ayah mengabarkan pada bunda, bahwa kamu masuk rumah sakit karena gagal ginjal, Ruby meminta kami untuk memberikan satu ginjalnya padamu. Baginya kehidupanmu adalah oksigen untuknya. Maafkan kesalahan bunda yang tak pernah memberitahumu, karena bunda tak ingin kamu juga menanggungnya,” Ucap bunda sambil menangis.

Adnan terdiam. Tubuhnya terguncang hebat, kenyatan kali ini jauh lebih menyakitkan dari pada sekedar bahwa bunda meninggalkannya. Namun jauh lebih menyakitkan ketika tau bahwa ialah yang telah egois menyudutkan bunda, ayah dan adik satu-satunya. Kecemburuan menghantarkannya pada keegoisan yang berkepanjangan.

“Lalu di mana Ruby kini Bun?”
“Ruby sudah kembali kepada pemilik-Nya. Novel ini khusus untukmu, dibuat Ruby dengan penuh cinta.”
“Maksud bunda?”

Bunda hanya mengangguk tanpa suara. Air matanya mengalir, seketika tangannya reflek memeluk putra satu-satunya. Sementara Adnan menangis sejadi-jadinya, dalam pelukan bunda. Ayah masih tetap sama masih terlihat tegar, namun sebenarnya ia yang paling rapuh. Adnan menatap novel persembahan Ruby untuknya, dengan air mata penyesalan ia seakan menghukum dirinya yang telah egois akan takdir yang dipersiapkan untuknya.


Kado Terindah Sang Adik” Benar ini adalah kado terindah darimu Ruby. Benar takdir tak pernah salah, akulah yang salah karena sudah menyalahkan takdir. Terima kasih sudah menjadi adikku,” Ucapnya menangis, sambil mengecup novel pemberian Ruby.

(Dibukukan dalam buku antologi Cinta Dalam Doa yang diadakan oleh penerbit CV. Serumpun, pada bulan Agustus 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...