Langsung ke konten utama

Berpisah karena Allah




Judul   : Berpisah Karena Allah
Penulis : H. Aris Mushofa
Editor  : Yuliee Pelangi

Kisah ini berawal ketika saya menghadiri, sebuah kajian yang membahas tentang pernikahaan  disebuah Masjid di wilayah jakarta selatan. Ketika itu saya diamanahkan Menjadi panitia dalam kajian tersebut dan sebagai panitia wira wiri. Kemudian usai kajian salah seorang teman saya Menyampaikan bahwa ada seorang akhwat yang ingin mengenal saya lebih dekat. Sontak membuat saya kaget dengan kabar yang melayang di telinga saya.

“Ris kamu saat ini sedang dalam proses taaruf kah dengan seorang wanita?” Tanya mbak Mela.
“Tidak Mbak, ada apa?
“Ada salah satu jamaah di kajian Mbak, ingin taarufan dengan kamu!”
“Terus saya mesti bagaimana?
“Ya, jika kamu ada waktu kita temui dia, sebentar saja, Mbak yang akan menemanimu.”
“Mmmm….Baiklah.”

Entah mengapa saat itu saya mengiyakan ajakan dari mba Mela. Karena selama ini saya ingin mencari pasangan dengan cara syar’i, sesuatu yang sangat disukai Allah. Lagi pula saat itu kondisi saya yang tidak pernah memiliki riwayat pacaran dan sulit dekat dengan Akhwat, membuat saya sedikit kesulitan untuk mencari pasangan hidup yang benar-benar Allah Ridhai, bukan karena saya mencintainya. Sebab jika saya menggunakan nafsu, maka pupuslah sudah cinta itu, jika saya pakai iman maka in sha Allah akan Allah jaga keutuhan rumah tangga kami kelak.  Maka tawaran dari Mba Mela langsung saya terima. Sebab bagi saya jodoh melalui pacaran adalah jodoh yang terlalu dipaksakan yang pada akhirnya mendekati zina.

Saya tak pernah lepas berdoa setiap lima waktu, selalu saya panjatkan adalah “Ya Allah  Saya tidak ingin mencari apa yang telah engkau siapkan dalam hal ini adalah jodoh. Tapi saya benar-benar minta kepada-Mu ya Allah Untuk mengirimkan saya jodoh ia yang mampu meyakinkan saya Untuk menikah

Jujur saya sendiri memang belum yakin untuk menikah, Apa lagi harus meyakinkan orang lain perihal orangtua si akhwat, Maka Allah adalah salah satu cara untuk saya mendapatkan jodoh terbaik, karena pilihan Allah lebih baik dari pada pilihan manusia. Dengan begitu saya punya keyakinan yang besar kepada Allah Bahwa nanti Allah akan memudahkan jodoh saya,  dan bisa jadi kehadiran akhwat yang ingin bertaaruf dengan saya itu adalah sinyal yang diberikan Allah, Maka  saya tangkap sinyal dari Allah. Saya hanya berkata dalam hati bisa jadi ini adalah jawaban dari segala doa saya selama ini. Akhirnya hari itu saya bertemu dengannya untuk pertama kalinya.

Mbak Mela menemani saya saat pertemuan pertama saya dengan akhwat tersebut. Tak berapa lama ia bersama temannya memilih duduk di depan saya dengan jarak tiga meter. Tak berapa lama saya memperkenalkan diri dan memberikan biografi saya secara singkat pada hari pertemuan itu disebuah komplek masjid tempat kami sama-sama menuntut ilmu di sebuah kajian. Ia pun akhirnya memperkenalkan dirinya dengan nama Eka, gadis itu tak sekalipun menatap saya, wajahnya tertunduk malu seakan takut untuk menatap lelaki yang ada dihadapannya, lelaki yang belum menjadi makhramnya. Tak berapa lama, suara lembutnya menyentakkanku.

“Apakah akhi sudah ada rencana untuk menikah tahun ini?
“Alhamdulillah ada, insya Allah tahun depan,” Ucapku singkat.
“Wanita seperti apa yang ingin akhi cari?”
“Wanita yang mampu menjaga kehormatan suami dan tentunya terus berusaha menjadi solehah.

Kemudian ia terdiam, matanya menatap lurus ke dalam semak-semak belukar yang berada di samping Masjid. Dengan penuh kemantapan kubalik bertanya kepadanya.

“Kalo kamu ingin suami yang kerjanya sudah mapan dan penghasilan tetap atau seperti apa yang kamu inginkan?
“Saya siap memulai kehidupan rumah tangga Dari nol.”
“Jika menikah resepsinya maunya seperti apa?
“Sederhana tapi tetap tidak menghilangkan unsur syar'i.”
“Jika mahar inginnya apa?
“Surat Ar Rahman, akhi bisakan?
“Insya Allah bisa.”

Setelah pertemuan itu akhirnya berlanjutlah proses ta’aruf kami melalui group WA yang berisikan tiga orang yaitu saya, akhwat tersebut dan mbak Mela. Setelah beberapa pertanyaan diajukan dan kami merasa sudah  pas dengan kriteria kami masing-masing. Namun yang menjadi penghambat saat itu adalah karena saya belum siap menikah, dan akhirnya kami memutuskan berpisah karna takut obrolan kami banyak sia-sianya. Saya tidak menjanjikan apa-apa kepada Eka dan juga tidak menetapkan tanggal. Selama saya belum mengkhitbahnya ia saya perbolehkan dan berhak bertaaruf dengan lelaki lain. Namun sejak saat itu saya tiba-tiba mantap mempersiapkan diri untuk nikah, selang 5 bulan sejak pertama kali bertemu dengannya. Saya nekat melamar Eka ditemani saudara dan alhamdulillah diterima dengan baik, satu bulan kemudian terjadilah pernikahan. Kini kami sudah dikaruniai dua orang anak yg lucu-lucu, kehawatiran saya soal nafkah anak dan istri ternyata tidak terjadi, sebab Allah memudahkan dan bahkan lebih dari cukup. Luar biasanya lagi sayapun bisa meneruskan S2 Artinya nikah itu tidak seserem yang saya bayangkan. Sebab menikah itu Cuma perlu keberanian. Sebab menikah itu adalah ibadah.
  
Jadi buat kamu yang belum menikah, untuk apa takut. Takut gak bisa kuliah lagi, takut karena belum memiliki kerjaan tetap, takut tidak bisa membiayai anak dan istri. Ingat jika menikah hanya untuk itu berarti yang kamu kejar adalah dunia, menikah itu adalah ibadah, jika kamu menyerahkan semuanya kepada Allah, dan tujuanmu menikah karena Allah insya Allah apa-apa akan dipermudah oleh-Nya. Bahkan kini kami bisa melanjutkan S2 bersama. Sama-sama kuliah dan sama-sama lulus. Uangnya dari mana? Ya dari Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...