Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

KITA YANG MELEBUR BERSAMA WAKTU

(kau hadir dalam hidupku, memberi sejuta harapan. Kemudian kau menghilang tanpa sepatah kata. Ini bukan lagi tentang cintaku, atau cintamu tapi tentang cinta kita yang melebur bersama waktu………….) Namaku Reno. Aku adalah seorang pria yang terjebak oleh waktu, dan Terikat oleh cinta. Aku adalah orang yang masih menganggap cinta itu sakral, suci, dan indah. Bagiku tak ada yang boleh mengotori cinta, kesetiaan, dan kepercayaan. Satu tahun telah berlalu, semua dengan mudah kita lalui bersama. senyummu mampu mengguncang hidupku, hati, dan perasaanku. Semua dengan indah kita lalui dengan canda tawa, bahagia dan air mata. Dimana saat itu kau hadir dengan sejuta keindahan menawarkan kesetiaan, saat itu juga hatiku luluh terhadapmu. Ku dengar kabar Rena akan pindah jauh meninggalkan tanah ini, meninggalkan semua kenangan yang telah terukir. Dengan mudah kau hapus semua cerita antara kau dan aku, bahkan kau tiba-tiba pergi menghilang tanpa kabar, tanpa sebuah kata perpisahan. sedikitpun ...

Cinta yang tak akan terulang

Hati yang tak akan sama, sejauh mata memandang senyum itu masih teringat jelas....salam rindu terakhir kau sampaikan tepat dibulan Juli, saat itu kita berdiri dibawah rembulan, bermandikan cahaya dimana saat itu kita sepakat menjalin kasih, namun tuhan berkehendak lain saat keegoisan menguasaiku kau pergi menghilang seperti gelembung tanpa kudapat sepatah kata darimu selain kata “aku merindukanmu” namun, kau berlalu pergi bersama bayangan dan hembusan angin....kenangan itu masih tetap sama hingga kini,,,, Gue berjalan menelusuri pepohonan yang rimbun, sayup-sayup angin menyapa dengan lembut, embun dipagi hari menyegarkan kulit, masih terasa sisa hujan semalam membasahi jalanan. Hari ini tepat dimana gue dan Karin jadian, kami mengikat janji setia, saling percaya tanpa sedikit kebohongan yang terlintas dalam pikiran kita. Nama gue bensu, kadang teman-teman gue sering memanggil Ben. Saat ini gue tercatat sebagai karyawan terbaik dan teladan dikantor tempat gue bekerja, dis...

RAHASIA TENTANGMU (Part II)

Tanggal 15 Januari musim kemarau, saat duduk diteras. Masih terbayang bagiku wajah tirus Resya dengan kaca matanya, serta kursi roda yang berusaha ia bawa. Wajahnya tampak sedih, tidak terlukis kegembiraan di raut wajahnya. Yang ada hanya goresan luka yang tergambar jelas dibola matanya. aku langsung berdiri berjalan kedalam kamar, kubuka lemari. lalu kuambil pakaian yang merasa cocok ditubuhku. Tidak beberapa lama taksi kemudian berhenti tepat didepanku dan aku segera naik, menuju rumah Resya. Sampai disana tak terlihat aktifitas didalamnya, rumah dengan bercet putih serta pagar yang menjulang tinggi dengan hiasan bunga mawar yang indah bermekaran menambah keelokkan rumah itu. Resya sangat menyukai tanaman apa lagi bunga Mawar, persis seperti Almarhum Ibunya. Teringat bagiku saat –saat bertemu ia selalu memberikanku bungan mawar, yang ternyata selalu ia petik dari halaman rumahnya. Namun mawar berwarna putih yang ia ceritakan menggambarkan kasih sayang ibunya, terlihat mati. R...

RAHASIA TENTANGMU (Part I)

Aku terus berputar seperti jarum jam, yang tidak tau dimana titik hentinya. Yang ku tau jika aku berhenti tak kudapatkan seberkas keindahan yang masih tersisa di dalam hatimu. Maka semua akan berlalu begitu saja, kemudian menghilang bersama gelembung. Yang tersisa hanya kenangan kita di masa lalu. Ini bukan lagi tentang aku atau kamu, tapi tentang kesetiaan yang  terkikis oleh waktu. Namaku R eina, aku wanita yang masih percaya akan adanya kesetiaan. Aku menunggunya dipersimpangan jalan, dekat T aman dibawah pohon ketapang kencana. Pohon yang sangat rindang  untuk menunggumu seperti saat-saat pertama kita jumpa. Aku seperti wanita yang naif, berharap kamu masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu. Aku bermimpi bahwa kau datang ketempat ini, tempat dimana waktu itu kita berdiri dibawah pohon ketapang kencana. Disini pula terakhi r kalinya kuucapkan kata perpisahan. Dimana saat itu aku harus pergi meninggalkanmu, namun membawa kenangan kita pergi bersama dengan...

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Aku mencintainya dengan hati bukan dengan mata, aku mencintainya dengan rasa bukan dengan nafsu. Setiap detak jantungku maka sebanyak itu juga tasbihku kepada-Nya dia pemilik kerajaan langit dan Bumi kepada-Nyalah kita berserah. Jika kamu mencintainya, cintailah Rabb mu. maka kamu tidak akan kecewa karnanya. Serta luruskan niatmu menjadi seseorang yang lebih baik, baik dimata keluarga, teman, yang terpenting dimata sang pencipta karena sesungguhnya Ia lah Al-Khabir (maha mengetahui) dan Al- Hadi (memberi petunjuk). Dua hal itulah yang mendasariku untuk menolaknya secara halus pada Pria yang dulu menjadi teman SMA ku yang terang-terang memintaku untuk menikah denganya. Tapi dilain sisi aku diam-diam menyimpan Rasa dengan seseorang yang baru pertama kali aku lihat, pria yang memiliki keteduhan hati setiap kali ia tersenyum…… Farel, ya pria dengan gaya kharismanya mampu membius setiap wanita yang sedang transit di Halte kampung Melayu. Tubuhnya yang gagah wajahnya yang ...