Langsung ke konten utama

Kekasih Allah

Kekasih Allah




Zahira adalah sosok gadis cantik, bermata Coklat. senyumnya menawan mampu membius. setiap mata yang melirik kearahnya. tidak hanya cantik parasnya, namun sifat dan Budi pekertinya. gadis dengan sejuta keindahan itu berjalan melaluli koridor Lab Komputer. dengan Jilbab berwarna merahnya ia tersenyum menyapa setiap mahasiswa lain, yang menegurnya.

Gadis itu berjalan menelusuri ruang Perpustakaan dengan Laptop dan sebuku yang mengapit didadanya. ketika masuk, seorang pria dengan tubuh tinggi semampai menabraknya dari arah belakang, sehingga membuat Zahira terhempas ketembok. untung saja Laptop yang dipegangnya tidak terjatuh.

"Mba maaf, tadi saya dikejar oleh Dia." sambil menunjuk ke arah belakang.

Namun temannya yang mengejar tadi, tiba-tiba menghilang. dan membuat pria itu malu sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Nah, mana Si Toeng. padahal tadi bener mba, dia ngejar-ngejar saya. suer deh." Ucapnya lantang.
"Ya, sudah tidak apa-apa. lain kali hati-hati." ucapnya sambil berlalu pergi dengan senyum yang masih mengembang.

Ya, gadis cantik dengan sejuta pesona itu, tidak pernah terlihat sedih ataupun muram. ia selalu tersenyum, bahkan bisa dikatakan Hobinya adalah tersenyum. sementara Pria yang bernama Marcel masih tetap berdiri di Depan ruang Perpustakaan. Ia masih tidak percaya, dengan apa yang ia lihat. senyum zahira mampu meruntuhkan Imannya. matanya mampu membius Marcel, namun yang tak akan dia lupakan senyumnya yang tetap konsisten walau ia telah menabrak gadis itu.

"Cel, ye dia masih bengong. sory tadi gue kabur. gak tau kenapa gue setiap kali liat Zahira, pasti jantung gue berdebar. dia gak hanya cantik tapi juga Sholeha."
" Ooh...Namanya Zahira." 
"Kenapa? jangan-jangan loe juga naksir lagi?"
"Ya, gak lah. mana mungkin gue naksir sama gadis Muslim berhijab." ucapnya dengan lantang. lalu mengajak Faqih pergi dari sana.

Namun mata Marcel masih tetap melirik ke dalam, seperti mencari sosok-sosok gadis jelita yang baru saja ia tabrak. Marcel adalah sosok Pria Katolik, yang sangat taat beribadah. tidak hanya Tampan, Putih dan berkharisma. pria bermata sipit itu digandrungi banyak wanita. namun sayang ia hanya menyukai wanita yang seiman dengannya, karena baginya agama adalah prioritas utama.

Usai mengerjakan Tugas di Perpustakaan, Zahira langsung bergegas pulang. adzan telah berkumandang menandakan waktu Ashar telah masuk, sesampai di depan Gerbang kampus. Ia kemudian mengubah Haluan kembali ke dalam Kampus. Marcel yang berdiri bersama Faqih di gerbang merasa tertarik untuk mencari tau tentang Zahira, maka diikutilah Zahira sampai dalam kampus.

Rupanya Gadis jelita itu, menuju Mushola dan melaksanakan sholat Asar. Marcel dari jauh masih mengawasi Zahira di area bangku Taman yang menghadap ke arah Musholah. matanya terus melirik setiap gerakan yang dilakukan oleh Zahira, tak terasa kedua tangannya bergerak mengikuti gerakan zahira.

Usai shalat kemudian gadis itu melanjutkan perjalanannya menuju Rumah, namun saat diperjalanan tiba-tiba seorang Ibu-ibu Tua terjatuh, dengan sigap gadis cantik itu menolongnya dan membawanya ketempat teduh. dan mengistirahatkan ibu itu, lalu mengantarkannya pulang. Marcel yang masih penasaran masih tetap mengawasi gerak langkah Zahira hingga menuju Rumahnya.

Keesokan harinya Gadis itu seperti biasanya jam istirahat selalu memanfaatkan waktunya untuk membaca buku Di Perpustakaan. sementara Marcel mencari-cari keberadaan Zahira, maka tibalah ia di Perpustakaan dan mendapati gadis itu sedang terduduk di pojok Perpustakaan dengan buku yang menumpuk menutupi wajahnya, ya jika tidak membaca buku, ia membantu Tania petugas Perpustakaan untuk merapikan buku pada Raknya.agar tidak dicurigai Marcel, mengambil posisi duduk menghadapa Zahira, sambil memandangi wajah cantik gadis itu, dengan tersenyum ia tersipu malu dibalik buku yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.

Tidak beberapa lama, Faqih datang mencari Marcel dan sontak mengagetkan pria itu.
"Cel, loe kemana aja? gue cari-cariin juga."
"Ini baca buku, gak liat loe kalau gue lagi baca buku."
"Sejak kapan Loe baca buku? udah Yuk keluar, ke kantin." Tarik Faqih.
"Loe aja duluan. ucapnya berbisik.

Tiba-tiba Zahira kembali keposisi duduknya setelah meletakkan buku-buku pada Raknya, namun sontak membuat Faqih kaget.
"Ah...Gue tau. Loe pasti lagi liatin Zahirakan bisiknya pada Marcel."
"Sok tau Loe, orang gue lagi baca buku."
"Gak, percaya Gue.Zahira cantik Men....gak mungkin kalau Loe gak suka sama gadis kaya dia."
"Kan udah Gue bilang gak mungkin, dia gadis yang taat dengan agamannya. begitu juga gue taan sama agam gue."
"Tapi tidak menutup kemungkinan cinta itu akan tumbuh."
"Mungkin. Bisa jadi." sambil berlalu pergi meninggalkan Faqih.

Zahira, kemudian berjalan menuju pintu keluar. tiba-tiba langkahnya berhenti, saat ia melihat Faqih.
"Faqih kan?"
"Iya."
"Apa kabar? udah lama gak ngumpul acara Farmais, kemana Aja."
karna gue suka sama Loe, setiap kali gue ketemu lLoe pasti grogi. ucapnya dalam hati. "Ada ko, cuma lagi sibuk sama tugas kuliah."
"Oh, gitu ya udah. kapan-kapan kita ngumpul lagi ya. nanti sore ada acara Farmais awas harus datang." 

Marcel yang berjalan kearah luar, tiba-tiba mengintip kearah jendela seakan, ingin tau apa yang sedang dibicarakan Faqih dengan zahira. cinta yang tidak pernah singgah dihati wanita Muslim. bahkan jangankan Cinta melirik saja dia tidak mau. namun kali ini marcel benar-benar jatuh hati pada gadis jelita itu. tidak hanya parasnya. berlahan hatinya mulai tertarik dengan sikap dan tingkah Zahira, semakin hari ia mengagumi prilaku elok Zahira. tanpa disadari ia benar-benar jatuh hati, bukan saja dengan paras, tingkah laku, namun agama yang dianut oleh gadis itu.

Semakin hari Marcel dibuatnya penasaran dengan Zahira, ia kemudia memberanikan diri untuk berkenalan dan bertegur sapa dengan Zahira. saat sedang duduk di Taman Marcel memberanikan diri menghampiri Zahira yang sedang asik membaca buku.
"Permisi, Kamu Zahira dari Fakultas sastra?"
"Wa'allaikum salam." ucap gadis itu
Marcel hanya terdiam dan bingung dengan jawaban dari Zahira.
"Ya, Assalamuallaikum. maaf saya Non Muslim" dengan bibir yang kurang Fasih.
"Oh, maaf.  saya kira anda Muslim."
"Ya, tak apa-apa."
"Oh, iya. ada yang bisa saya bantu?"
"Tidak, saya hanya ingin berkenalan saja."
"Oh, dikira ada apa, Salam Kenal. maaf dengan siapa?"
"Marcel, nama saya Marcel."
"Oke, Marcel. saya kembali ke kelas dulu." ucapnya sambil berlalu pergi.

Semenjak itu, hubungan Marcel dan Zahira semakin dekat, sebagai seorang teman. bahkan sahabat. namun berbeda dengan Marcel, perasaannya semakin hari semakin tumbuh. ia benar-benar jatuh hati pada gadis itu. namun Marcel benar-benar dilanda galau. sementara ia sangat mencintai agama yang ia anut, mencintai Tuhannya. dilain sisi hatinya telah jatuh pada gadis cantik jelita itu. maka dengan segala resiko yang ada. ia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Zahira.

"Zahira, boleh aku bicara?"
"Silahkan Marcel."
"Aku mencintaimu, bahkan jauh sebelum kamu mengenalku. sejak pertemuan kita di Perpustakaan karena aku tidak sengaja menabrakmu."

Namun tiba-tiba Zahira terdiam. dan bibirnya membisu. ia sangat bingung apa yang diucapka oleh Marcel, karena selama ini ia hanya mengaggap Marcel sebagai seorang Teman. karena sesunggunya ia hanya menghargai agama lain. karena baginya hidup saling bertoleransi. berteman dengan lawan jenis boleh saja namun tau batas dan norma-normanya.

"Tidak Marcel, karena cintaku Pada Allah lebih besar dari segalanya." ucapnya dengan lantang.
Tiba-tiba ucapan itu seketika mengoyahkan Iman Marcel. kata-kata yang terlontar dari bibir gadis jelita itu mampu menyentakkan hatinya. bahwa mencinta Tuhan itu tidak hanya dengan ucapan dan tindakan. tapi sepenuhnya jiwa dan raga.

Marcel hanya tertunduk malu. kemudian pergi meninggalkan zahira. bukan karena kecewa dengan penolakkan Zahira. karena malu dengan sikapnya. kemudian ia belajar banyak tentang agama Islam pada Faqih dan menanyakan berbagai hal tentang islam. semula ia hanya ingin sekedar mengetahui tentang Islam. namun semakin lama ia merasa penasaran, hingga meminta dibawakannya kepada seorang Ustadz. semakin hari semakin membuatnya penasaran. semakin jelas mengapa Zahira menolak cintanya. tidak beberapa lama setelah itu, Marcel resmi memeluk agama Islam, dengan berganti nama menjadi Muhammad Taufik. bukan lagi karena Zahira gadis jelita itu, namun karena ia mencintai Allah dan agama baru yang ia jalankan, sesungguhnya kekasih sejati yang sebenarnya hanya Allah. tiada kekasih yang lain. jika kita mencintai Allah lebih dari diri kita, maka janji Allah itu pasti. tanpa kita minta Allah akan mengabulkan semua apa yang kita inginkan. termasuk pasangan hidup dan kebahagian. sebab dunia akan punah, maka Akhiratlah yang akan kekal. kepada-Nya lah kita kembali.

jadikanlah dulu diri kita menjadi kekasi Allah, percayalah Allah akan menjaga kita bahkan mencukupi kebutuhan kita lebih dari pasangan hidup kita. karena sesunggunya tempat kita bergantung hanya pada-Nya sang Illahi pemilik kerajaan langit dan bumi.





Komentar

Posting Komentar

Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman

terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...