Langsung ke konten utama

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A






(jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu)

senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat.

jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya.

Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangannya kearahmu.

Namun semua itu tak masalah bagiku, karna aku hanya orang asing yang diam-diam menyukaimu layaknya wanita lain yang juga mengidolakanmu. Wanita itu lebih dulu mengenalmu, memilikimu, dan membuatmu tersenyum. Berjalannya waktu kuingat kembali dimana pada akhirnya tuhan memihak padaku, dengan menawarkan sebuah harapan, kamu akhirnya sekelas denganku dan duduk tepat disampingku. Senyuman itu masih belum pudar, masih terang bersinar seperti sang surya, saat pertama kali kau menyebut namaku. Lalu saat itu dan pertama kalinya kau memainkan alismu untukku. Seketika kau membuatku tertawa dan memberikan kesan dan kenangan terindah didalam hidupku.

Namun, tiba-tiba setelah kita menjadi teman dekat, ada sebuah kenyataan yang membuatku tak mampu berdiri tegap, seolah sebuah peluru datang menembak tepat dijantungku. Kenyataan pahit yang tidak ingin kudengar, kau ternyata menyukai sahabatku setelah putus dari pacarmu yang dulu.

Sakit pasti, kecewa apa lagi. Tapi itulah kenyataan yang harus aku hadapi, Bahwa kau terlihat bahagia dengannya. Hanya ikhlas dan doa yang bisa aku panjatkan untukmu, meski aku tak dapat memilikimu, dengan menitipkanmu pada pemilikmu maka aku merasa damai seakan memilikimu seutuhnya.


Untukmu yang jauh disana…..

Dan untuk semua wanita yang mencintai pria tanpa balasan

Komentar

Posting Komentar

Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman

terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.

Postingan populer dari blog ini

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...