KAMULAH TAKDIRKU
(PERJUANGNKU TUK
MENDAPATKANMU)
cerita ini hanyalah
fiksi/ hayalan pengarang saja. tidak perlu ditanggapi dengan serius,,,meskipun
menggunakan nama raffi dan gigi ini hanya rekayasa :D. maaf yah mas raffi dan mba
nagita dipinjem namanya, semoga apa yang akan dijalankan selalu diberi
keberkahan oleh Allah dan, lancar menuju hari H nya tanpa hambatan. semoga
Allah selalu menyatukan kalian sampai maut memisahkan Aminnnn...
pagi menghiasi hari ini, suasana yang
cerah menyemangati hatinya. Entah apa yang terjadi tapi, semenjak bangun tidur
rasanya ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
Entah apa itu yang pasti rasa bahagia, ia sendiri tidak mengerti.
“Fi...
bangun hari ini ada syutingkan?” ucap mamanya dari balik pintu kamarnya
“Iya,
Ma. Afi udah bangun. Ni lagi di kamar mandi.”
“Ya,
udah mamah tunggu di Meja makan.”
Selesai mandi dan merapihkan
tampilannya iapun berjalan menuju meja makan, entah apa yang membuat hari ini
rasanya berbeda. Ia yang selalu cuek dengan penampilannya, kini tiba-tiba
tampak tampan dan cool. Jika biasanya untuk pakaian ataupun tampilan ia harus
disuruh atau dirapihkan dulu oleh asistennya, tapi kali ini ia melakukan
sendiri tanpa bantuan asistennya.
Mamanya dan Nisa sudah menunggu
dimeja makan. Iapun langsung mengambil posisi duduk menghadap Nisa, dengan
wajah jail dan bibir agak menyungging kesamping. Nisa megoda kakaknya yang
tampak asik melahap sepotong roti yang telah disiapkan mamahnya.
“A bentar deh kaya nya ada yang beda
deh. Tapi apa ya?” Nisapun menyimak penampilan Rafi dari ujung kaki sampai
kepala.
“Apa?”
“Itu dia apa ya?”
Beberapa saat kemudian Riki Asisten
Rafi datang untuk mengingatkan jadwal hari ini yang harus ia kerjakan, namun di
meja makan Nisa masih tampak berfikir dan memperhatikan Rafi dengan seksama.
“Bos Rafi, tadi Opa telpon katanya
hari ini gak boleh telat.”
“Iya ni gue juga udah selesai, eh
tapi sebelum acara siang di TV sebelah, anterin gue ke Mall Dulu ya? Ada yang
mau gue beli soalnya.”
“Oke bos.”
Saat Rafi selesai sarapan iapun langsung
bergegas ke lokasi syuting untuk memandu acara musik, namun tiba-tiba terdengar
suara Nisa mencoba menghaentikan langkahnya. Namun tiba-tiba wajah Rafi
berbalik menyaut wajah Nisa.
“A aku baru tau, tampilan Aa hari
ini beda gak seperti biasanya.”
Rafi seketika langsung mengerutkan
keningnya
“Biasa aja ah. Udah gue mau pergi
dulu.”
“Iya Aa beda, mau ketemu siapa si A?
Biasanya males dandan kalo gak disuruh sama
Madam Riki.”
“Bodo’”
Rafipun langsung lari memasuki
mobilnya demi menghindari ejekan Nisa.
Dimobil iapun tampak berfikir, apa
yang membuat ia tampak bahagia hari ini, perasaan yang beda. Seperti ia
merasakan jatuh cinta tapi dengan siapa? Ia terus berfikir, sekian banyak
wanita yang dekat dengannya, mulai dari teman satu kerjaan sesama Hostnya,
pemain sinetron, penyanyi dll. Tapi tidak ada yang bisa membuat ia sebahagia
ini.
Ya, cinta. Cinta yang dulu pernah
ada menghiasi hidupnya, cinta yang memberikan makna mendalam hingga ia
benar-benar menjadi seorang pria seutuhnya. Pahit manis cinta yang pernah ia
rasakan, cinta dengan penolakan, mantan terindah, dan bahkan berbagai macam
wanita dari semua kalangan. pemain sinetron, penyanyi, yang muda bahkan yang
umurnya jauh lebih tua darinya membuat dia mengerti cinta.
Namun perasaan itu telah lama
menghilang sejak 1 setengah tahun yang lalu, sejak kasus yang membelitnya.
Cinta itu tidak pernah ia rasakan lagi, meski ada bayangan sang mantan. Bahkan
wanita yang kini sedang dekat dengannya tidak sepenuhnya mengenalinya cinta.
Tapi hari ini ia seperti merasakan jatuh cinta, seperti cinta pertama yang lama
menghilang. Tapi apa itu iapun tidak mengetahui.
Seperti biasanya sesampai diparkiran
ia langsung berlari berhambur memasuki studio acara musik yang ia bawa. Dengan
penuh semangat membara ia tampak asik memandu acara dengan di dampingi 3
sahabatnya. Namun kali ini Wahyudi tampak heran dengan sikap Rafi, dengan wajah
usil dan jail, Wahyudi mencoba menyentil Rafi dengan membeberkan beberapa
pertanyaan yang dia bingung harus menjawabnya.
“cie...si Rafi hari ini beda
banget....kaya tukang becak ketiban hadiah hahahaha...”
“iye..ye tu anak kenapa senyumnya
sumbringah banget dari tadi pagi datang.” Ucap Dewi yang ikut menggoda Rafi.
“Fi mau deketin cewek mana lagi lo?
Dasar si buaya belum juga ketemu sama mangsanya.” Wahyudi pun terus menggoda
Rafi
“apaan si lu pada, kagak ada. Kita
itu harus Happy tiap hari, gak harus lagi dapat rezeki aja.”
“hhmmm omongan loe kaya orang
bener.” Ucar Wahyudi
“kaya kucing kejepit, tumben tu
omongannya lagi bener, biasanya sengkle tu dia.” Ucap Dewi yang menimpali
ucapan Wahyudi
Seketika yang tadi hening mendadak
tertawa mengdengar ulah Wahyudi dan Dewi, sedangkan Rafi sibuk menyembunyikan
mukanya yang merah, akibat malu dengan godaan kedua sahabatnya.
Selesai acara musik, ia langsung
bergegas menghampiri parkiran. Dan segera melesat ke mal untuk mencari sesuatu.
Bahkan saking cepatnya ia sampai tidak menghiraukan Wahyudi yang sejak tadi
memanggilnya dari arah ruang make up.
Sesampai di Mal Grand Indonesia (GI)
ia langsung menaiki Lift menuju tempat yang akan ia singgahi, namun beberapa
saat kemudian Lift berhenti di lantai 2, saat Lift itu terbuka matanya sontok
melotot dan nafasnya yang tadi beraturan, berapa detik kemudian sangat sulit
rasanya ia bernafas, tangannya berkeringat, AC yang begitu dingin berubah
menjadi panas. Namun dengan bersusah payah ia mencoba menarik nafas.
“Eh Fi apa kabar, mau kemana?”
Ucap Nagita dengan senyuman
manisnya, namun nafas yang tadi susah payah ia kendalikan, kemudian jantungnya
kembali berdegub kencang.
“hei Gi... baik. Mau kelantai 5”
Mencoba tersenyum dengan wajah memerah.
Kemudian Lift berhenti di lantai 4,
gadis cantik dengan rambut hitam terurai itu kemudian keluar, dengan
menggunakan baju berwarna hitam dipadu celana pendek kuning. Sesaat kemudian
nafas Rafipun kembali normal.
“duluan ya Fi.”
“iya.”
Entah apa yang terjadi namun setelah
pertemuan itu dengan gadis cantik bernama Nagita dengan sapaan Gigi, ia merasa
bahagia. Ia seperti bernyawa kembali, bahkan sikapnya seperti pertama kali
jatuh cinta, cinta yang seperti baru pertama kali ia rasakan. Pertemuan itu
membuatnya terbayang kembali beberapa tahun yang lalu dimana ia hanya seorang
Artis biasa yang belum memiliki apa-apa. Yang dengan diam-diam menyukai bahkan
jatuh cinta kepada anak bosnya sendiri. Namun perasaan itu jauh-jauh ia buang,
berharap dengan seseorang yang tidak mungkin ia dapatkan. Bahkan mungkin kalau
diingat hanya mimpi saja jika ia bisa mendapatkan seorang Gigi, gadis cantik
penuh talenta. Gadis yang mementingkan dunia pendidikan, gadis yang jauh
berbeda dengan artis lainnya.
Ya pertemuan itu yang pertama
setelah bertahun-tahun tidak bertemu, bahkan gadis itu sempat menghilang dari
dunia pertelevisian. Beberapa tahun lalu ia mendengar bahwa wanita itu
melanjutkan setudinya keluar negri, bahkan ia rela meninggalkan karirnya yang
sedang naik, demi menempuh pendidikan. Bahkan yang sempat membuat patah
hatinya, terdengar jika wanita itu tidak ingin memiliki kekasih didunia artis.
Sempat beberapa saat membuat ia
mengurungkan niatnya untuk mendekati gadis itu. Dengan susah payah ia berfikir
cara untuk dekat dengan wanita cantik bernama Nagita, tidak berfikir untuk
menjadi kekasihnya, tapi ia hanya ingin dekat dengan wanita itu, itu sudah
cukup baginya. Beberapa saat kemudian, ia ingat dulu pernah mendapatkan Pin nya
dari mamah Gigi. Dengan perasaan tidak karuan ia mencoba memberanikan diri
untuk BBM gigi.
“Malam
Gi. Lagi apa ni?besok sibuk gak? Maaf ganggu
Namun tidak juga terdengar balasan
dari BBM nya, ia tampak malu dan menggerutu dalam hati. Tapi bukan Rafi namanya
jika ia kehabisan cara untuk mndekati wanita. Apa lagi wanita incarannya sejak
beberapa tahun yang lalu. Udah cukup gue
nungguin lo, gue gak mau ngulangi kesalahan yang dulu. Oke kalau loe gak mau,
berarti orang yang pertama harus gue lakuin deketin mamah loe. Pastinya kalau
udah dapat mamah dan keluarganya gue yakin loe pasti mau sama gue. Ucap
Rafi dalam hati.
Namun beberapa saat kemudian tetap
tidak ada balasan dari Gigi semua cara telah ia lakukan demi menggait hati
wanita incarannya itu. Mulai dari mengajak nonton konser yovie dan nuno yang
membuatnya saat itu mati kutu dan panas dingin didekatnya, bahkan saat itu rafi
tampak patah hati saat Gigi spontan terkenang dengan mantannya. Namun tidak
sampai disitu Iapun terus berusaha mencari cela untuk mendapatkan hatinya,
setidaknya membalas BBM nya saja ia sudah bahagia.
Mencari tau kesukaan Gigi, dengan
banyak akal ia pergi kerumah sahabatnya Kia dan Iwan meminta bantuan untuk
membelikannya kelenci, padahal ia tau bahwa ia sangat tidak menyukai hewan
berbulu, namun demi sebuah balasan BBM ia rela mengaku kalau kelinci itu
miliknya, sontak wajahnya tampak bahagia ternyata benar jika Gigi menyukai
kelinci, setelah berhasil masuk kedalam kehidupnnya. Ia masih terus berusaha
dengan menyusul gigi ke Bali padahal saat itu acaranya sangat banyak demi
wanita impiannya ia rela membatalkan semua shecdulenya hari itu juga, demi
bertemu dengan seorang wanita bernama gigi. Tidak sampai disitu pria itu rela
merubah penampilannya agar telihat keren dimata Gigi membeli semua
pernak-pernik bahkan pakaian agar terlihat Cool dimata Gigi, pergi ke lokasi
syuting Gigi, meminta bantuan Mili untuk bisa bertemu dengan Gigi. Memanfaatkan
teman lawaknya Abdul demi dekat dengan Gigi. Hampir semua cara telah ia
lakukan, namun kenyataannya semua nihil, ia tetap tidak juga bisa mendapatkan
hati gadis cantik itu.
Beberapa saatpun usaha Rafi
mendapatkan Gigi terdengar kesemua telinga sahabatnya, bahkan Syahputra
membocorkan Rafi yang bela-belain ikut Fitnes di apertemen gigi. Dan kini
hampir semua acara Rafi membahas usahanya untuk mendapatkan Gigi, bahkan
Infotaimen pun tidak ketinggalan membahas mereka. Namun rafi tetap saja tidak
bisa meluluhkan hatinya.
Beberapa minggu kemudian sebuah
acara mempertemukan mereka, dikala itu Rafi tampak malu dan tegang. Namun ia
berusaha untuk mengendalikan perasaannya. Karena ia yakin sebuah perjuangan
yang di jalani tidak akan pernah sia-sia jika terus berusaha.
Ya
acara itu sedikit berhasil mendekatkannya, dengan 1 panggung dengannya raffi
tampak bahagia. dengan bahagia ia menyanyikan sebuah lagu yang mewakili hatinya
sebuah lagu dari Astrid “terpukau” seakan mengumumkan kepada dunia dan orang
yang menyaksikan. jika ia benar-benar terpukau dengan seorang wanita, wanita
yang membuatnya seperti seorang lelaki bodoh, namun memiliki hati yang tidak
semua orang miliki seperti hatinnya.
Seperti apa
lanjutan menuju takdirnya...jangan lupa nantikan lanjutannya
Setelah ia
dapatkan hati Gigi, siapkah dia membina rumah tangga yang SAMAWA...
Silahkan
tinggalkan komentarnya, semoga bisa menjadi bahan masukan untuk saya. Membuat
tulisan yang lebih bagus dan menarik............
^_^ terima kasih
Komentar
Posting Komentar
Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman
terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.