DIA BUKAN KAMU
AWAL PERTEMUAN
*** Lisa gadis cantik dan pintar yang terlahir
ditengah-tengah keluarga yang cukup mapan tanpa kekurangan satupun. apa pun
yang dia minta akan selalu terpenuhi, bahkan untuk bisa kuliah di salah satu
Universitas terkemuka di jakartapun di turuti oleh sang Ayah dan Mamah kecuali
berlibur keluar Kota tanpa keluarga. Untuk menjadi seorang mahasiswa di
Universitas itu pun bukan karna hasil menyogok, walaupun orangtua Lisa kaya dan
mampu untuk membayar berapa saja yang diminta, dia tidak akan mau untuk masuk
kuliah disana karna dia percaya bahwa kemampuan dan otaknya masih tajam dan
bisa masuk dengan nilai yang dia peroleh dari hasil kerja kerasnya, sederhana
itulah gaya Lisa dihadapan teman-temannya
“Lisa bangung..............!! teriak mamah dari
balik pintu kamarnya sambil mengedor-ngedor.
“aahhhhh mamah ini kan hari minggu?” jawab lisa
dari balik kamar kesayangannya, apabila dia sudah berada dikasur apapun yang
terjadi kemarin semuanya menghilang bahkan untuk mengingat hari ini hari apa
pun dia tidak peduli baginya setiap hari, hari minggu dimana waktunya harus
beristirahat sepuasnya bersama bantal dan guling yang mendekapnya dan selimut
yang memeluknya dikala dingin sehingga menjadi hangat seluruh anggota badannya.
Saking geram sejak tadi tidak menyahut mamahpun masuk kedalam kamar lisa dengan
membawa kemoceng, dan berusaha membangunkanya dengan menaruh kemoceng padaleher
dan muka lisa.
“mamahh.........teriak Lisa dari balik bantalnya
yang dia berusaha menutup wajahnya dengan bantal panda kesayangannya.
“makanya bangun....hari minggu apa sih!” hari ini
hari Rabu sayang cepetan kamu kuliah Aa Robi udah nunggu dari tadi diluar?”
sambil menarik tangan Lisa
Tapi Lisa pun tidak mau bangun rasanya dia ingin
tidur sekali lagi menikmati mimpi-mimpi indah dimana dia ingin merasakan rasa
jatuh cinta yang belum pernah dia sendiri merasakannya. Dengan mimpi itulah dia
bisa merasakannya walau hanya sekejap dan ilusi baginya.
“mamah......teriak Robi dari luar kamar Lisa
sambil menopang satu tangannya dipintu kamar Lisa. Robi Abang Lisa dua
bersaudara yang belum pernah merasakan jatuh cinta begitu pula dengan Robi sang
kakak, yang hanya ada di pikirannya hanyalah Kerja...kerja...dan kerja seperti
sang Ayah yang sukses sebelum dia mendapatkan mamahnya, Robi terkadang sangat
sayang dengan Lisa terkadang dia tampak jail terhadap adiknya, jarak keduanya
hanya dua tahun tidak terlalu jauh. Lisa yang masih kuliah di semester 5 dan
selalu ingin di manja sedangkan Robi
lebih terlihat dewasa sebagai seorang kakak, dia bekerja disalah satu
perusahaan ternama di ibu kota dan menjabat sebagai seorang Manager di salah satu
perusahaan Ekspor Impor, kesibukanya setiap hari hanya bergelut dengan Laporan,
pekerjaan dan tugas kantor. No sukses, no pacar yang hanya ada dipikiran Robi.
Ketampanan Robi mampu membius teman-teman kantornya bahkan semua wanita siapa
saja yang melihatnya. Senyumannya mampu menembak tepat dimata dan dihati setiap
wanita, matanya yang tajam mampu membius sikap wanita, sehingga wanita itu
terlihat salah tingkah, tapi satu kelemahan Robi Sifat pemalu ketika dekat
wanita cantik, yang turun dari ayah yang tidak pernah bisa dia hilangkan.
“mahh..........lama banget sih dari tadi?”Robi
duluanya mah!”
“iya...nih adikmu susah banget dari tadi
dibangunin?”
“misi mah....Robi punya ide dari pada dia gak
bangung.
“Robi....teriak mamah, mau kamu apakan adikmu?”
“udah....mamah gak usah khawatir Cuma dibawa
kekamar mandi aja mah, kalau udah basah dan di kamar mandikan mau gak mau dia
harus mandi.
Mamahpun tersenyum melihat tingkah Robi “hmmm
dasar kamu ada-ada saja, awas hati-hati.”
Robi langsung menyeret Lisa kekamar mandi dan
memdudukinya disamping bak menyalakan sower dari atas kepalanya sehingga dia
basah kuyup dan marah. Diapun terbangun dan melihat seluruh pakaiannya basah
kuyup, matanya langsung mengarah kearah Robiyang berdiri tepat didepan pintu
kamar mandinya, sambil tertawa ngakak melihat wajah adiknya yang jelek ketika
marah.
“Bangkokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk................awas
loe ya kena entar sama gue?” sambil geram dan marah.
“bodo’ siapa suruh di bangunin dari tadi sama
mamah gak bangun-bangun emang loe kira kuliah gak pake duit, seenaknya gitu gak
kuliah!”
“iya...tau gue tapi gak kaya gini juga kali?”
“kalau gak kaya gini loe gak bakalan bangun
liyut.....
sambil mencubit pipi Lisa dan berlari keluar
kamar, sebelum lisa mengambuk dan membabi buta di kamar mandi, diapun mengambil
gas dan kabur ke halaman rumah dan meninggalkan Lisa.
“liyut..............liyut........liyut seenaknya
loe ganti nama gue brokokokkkkkk bang kok peyott liat tar loe ya, kena sam
gue......awas loe. Sambil menggeram kesal
Mau tidak mau diapun harus mandi, pakaian yang
dia kena seluruhnya sudah basah kuyup. Jam sudah menunjukan pukul 07.45 diapun
panik dan bergegas mengenakan pakaian dan berlari kebawah kearah meja makan.
tangan kanan menjinjing tas dan kanan kiri berusaha memasangkan sepatu yang
belum terikat. Tampaknya meja makan sudah sepi dia tidak melihat Ayah dan
Abangnya di meja makan. Yang ada hanya 1 piring nasi Goreng untuknya dan
segelas susu, diapun tidak melihat mamahnya. Kuliah masuk pukul 08.45 dan dia
hanya memiliki kesempatan untuk sampai kampus hanya 1 jam. Biasanya dia
berangkat bersama Robi atau ikut Ayah tapi kali ini Abang dan Ayahnya sudah
tidak terlhat mau tidak mau dia harus menempuh jarak kuliah dengan menaiki
Angkot atau kopaja di tambah dengan keadaan macet yang tidak henti-hentinya melanda
ibu kota Jakarta. Kalau sudah begini hal yang akan di lakukan olehnya hanya
pasrah sampai kampus kalau tidak di hukum pasti tidak boleh masuk.
Sesampainya di kampus keberuntungan berpihak
kepadanya, dosen tidak datang itu berarti dia lolos dari marahan dan terkaman
Harimau. Bagaimana dia tidak merasa panik Universitas yang dia masuki adalah
salah satu Universitas sistem yang di terapkan sangat ketat dan bahkan tata
tertibnya apa bila kita langgar maka hukuman yang diberikan tanpa ampun,
sehingga siapapun mahasiswa yang berani mencoba melanggarnya akan mendapatkan
hadiah istimewa dari kampus yang berhubungan dan berhadapan dengan orangtua
kalian masing-masing.
“heiiii.....Lis beruntung banget loe bisa lolos
hari ini hahaha, kenapa tumben ko
telat?” biasanya kan loe kalau datang paling cepet!” tanya Sarah dan Mita
Sarah dan Mita adalah sahabat Lisa mereka juga
salah satu gadis pintar, Sarah cantik tapi dia lebih muda suka cowok dan
gampang juga putus sama cowok apa lagi kalau cowoknya sedikit saja melakukan
masalah, nah sedangkan mita dia umurnya lebih mudah anaknya manis dia lebih
suka baca Novel apa lagi tentang remaja sekarang, dia kalau udah jatuh cinta
dia gak bakalan lepasin cowok itu, tapi kalau sekalinya disakitin dia bakalan
tidak pernah kenallagi dengan pria itu. Tiga serangkai itu selalu melakukan
segala sesuatunya bersama-sama bahkan apapun yang di kerjakan selalu kompak.
Tapi sayang kalau masalah pacar Lisa tidak pernah beruntung dan tidak sama
dengan kedua sahabatnya itu.
“biasa.....ada kendala di Rumah?”
“ehhhh sa....tar sore abang loe ada di rumah
gak!” Gue mau maen dong sekalian belajar kelompok?” tanya Sarah
“huhu bilang aja loe mau ketemu sama bang
Robi....iye kan?” jawab Mita
“aahhh.........sok tau loe, orang gue mau
nanya-nanya tentang materi statistik weww...
“woooiii.....inget Sarah loe udah punya Radit,
tar gue bilangin loe!”
“iihhhh dia mah gitu.....mainnya ngaduan L
“woooiii udah ahh ribut aja pusing ni gue,
mending ke kantin yuk?” ajak Lisa
sesampai di kantin sesosok pria tampan berkulit
putih mengenakan jaket berwarna hitam menabrak Lisa dari belakang dan membuat
Lisa terjatuh kelantai, kakinya yang semula kokoh menjadi keram akibat daya
tahannya dengan menggunakan dengkul kelantai sehingga gerang kesakitan. Mita
dan Sarahpun tertawa gembira melihat cara jatuhnya Lisa kelantai yang
seolah-olah sedang menagkap kodok.
“hahahahaha ngapain Lisa nangkep kodok loe!”
gimana dapet gak kodoknya hehehe?” ledek Mita dan Sarah
“iiihhhh nyebelin loe pada ya bukannya bantuin
gue, malah ngeledekin teman macan apa kalian?” sambil merenggut.
“hmmmm sory...sory gue gak liat kalau ada orang
maaf ya, loe gak apa-apakan?” sapa cowok tadi yang sempat nubruk Lisa sehingga
terjatuh terlungkup tadi.
“ehhh iya.... gak apa-apa, lain kali kalau jalan
hati-hati mas?” jawab lisa dengan nada sopan dan manis
“iya....sekali lagi gue minta maav?”
Pria itupun pergi dan berjalan ke pojok kantin,
Lisa memang gadis yang cantik, pintar, dan baik. sejahat apapun orang bersikap
kepadanya dia selalu membalas dengan senyuman dan kepala dingin. Dia tidak
pernah marah terkecuali dengan sang kakak yang selalu menjailinya
terus-menerus. Mita dan Sarah hanya terbengong dan ternganga melihat pria tadi
entah siapa namanya tapi Lisa bersikap biasa saja, mungkin rasa cinta yang
belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“lis.....gak sakit yakin, ko loe gak marah sih,
loe bener-bener terlalu baik, tapi gak apa-apa cowok tadi beneran sa ganteng
banget?” tanya Sarah masih dengan wajah yang seakan-akan dicat warna merah,
karna merona akibat pria tampan tadi, begitupun dengan Mita yang sejak
tadi matanya tak berkutip memandangi pria itu.
“ah...biasa aja, woii sadar loe berdua gue
bilangin Radit dan Andi loe kalau kalian selingkuh?” ucap Lisa
“ihhh dia mah siapayang selingkuh Lisa kita itun
Cuma kagum, jadi plis deh gak usah ngomong macem-macem. Jawab Mita
“lagian juga wajar cowok cakep kaya itu di liatin
berarti kita normal gak kaya loe?”
“waahhh...parah liat nanti ya gue bakalan punya
cowok yang lebih oke dari kalian berdua.
“beneran ya buktiin?” ancam Sarah
“oke......yaudah mendingan kita makan dulu!” mau
ngerjain tugas ni, numpuk tugas kuliah. Ucap Lisa
Pria tadipun tampak asik mengotak-atik laptopnya,
tanpa melihat atau menoleh sedikitpun, padahal sejak tadi wanita yang berjalan
melewatinya semua mata tertuju padanya tapi tetap saja pria itu hanya fokus
pada laptop yang ada di hadapannya, seketika mata Lisa tidak sengaja melihat
kearah sosok pria itu yang hampir saja membuat lututnya patah, dan
memperhatikan di sekeliling pria itu. “gila ya tu cowok dari tadi santai aja
padahal cewek-cewek dari tadi pada ngeliatin dia, apa sih yang di lihat
cewe-cewek itu!” ucap Lisa dalam hati
Sudah waktunya masuk mata kuliah selanjutnya,
perutpun sudah terisi berarti cacing-cacing dalam perut tidak akan berdemo lagi
karna belum diberi makan. Kini saatnya debat diskusi mata kuliah manajemen,
sebelum mata kuliah menajemen di mulai pria yang tadi di kantin menabrakku
masuk kedalam ruangan dan duduk di depanku, biasanya kalau anak cowok biasa
milih tempat duduk di belakang untuk menghindari dosen, atau takut apabila di
beri pertanyaan yang sulit dari dosen. Tapi justru pria ini lebih memilih
tempat duduk paling depan dan persis di depan dosen. Dia tampak asik duduk
sendirian di depan, seketika itu badannya berbalik kebelakang dan menatap wajah
Lisa, Lisa pun tidak sanggup menampiknya tersihir oleh matanya yang tajam
seolah-olah seperti burung elang melihat mangsa. Senyumnya yang manis menyihir
kedua sahabatku sehingga terperanga memandangi wajahnya, sedangkan Lisa hanya
terdiam dengan seribu kata yang semulanya hanya biasa kini semua berbalik 180
derajat jantungnya kini berdenyut kencang, mata pria itu mampu menusuk jantung
Lisa hingga kedasar yang paling dalam, senyumnya itu seakan senjata yang paling
ampuh untuk menarik simpati wanita kini Lisa tidak sanggup menguasai dirinya.
Pria itupun berbicara sambil memandangi wajah Lisa.
Terima kasih sudah mampir ke blog saya..tunggu lanjutannya ya
by : yuli yanti
Terima kasih sudah mampir ke blog saya..tunggu lanjutannya ya
by : yuli yanti
Komentar
Posting Komentar
Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman
terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.