Langsung ke konten utama

KINARA DI UJUNG SENJA Part I



“Perkenalkan nama saya Kenny Maurer! Kalian bisa panggil saya Kenny. Saya pindahan dari Bandung.” Ucapnya singkat dan dingin.

Seisi kelas dua SMA Putra Bangsa pecah, terutama para wanita. Mereka semua berbisik-bisik, seakan memenangkan undian berhadiah. Ketampanan Kenny mampu membius, semua wanita yang ada di kelas. Terutama Mayang gadis yang cukup popular di sekolah itu.

“Jangan Berisik, jika ada yang bersuara kalian saya hukum, tidak mengikuti pelajaran saya sampai selesai. Mengerti!!” Ucap Pak anto, memukul penggaris ke papan tulis.

“Baik Pak.” Ucap mereka serentak.

“Sekarang giliran kamu, silahkan perkenalkan namamu?”

Panggil Pak Anto mempersilahkan wanita aneh dengan penampilan yang tidak mengenakkan. Untuk memperkenalkan dirinya.

“Hai…teman-teman! Perkenalkan nama saya Kinara Embun, Kalian bisa panggil saya Kinar atau Nara. Kata Ibu saya Kinara itu artinya Titik Pertemuan, berharap perkenalan kita hari ini menjadi awal titik pertemuan kita untuk hari esok yang lebih indah. Saya pindahan dari Bandung Juga sama seperti Kenny. Hobbi saya selalu ada didekat Kenny dan ke mana-mana selalu bersama Kenny,” Seisi kelas tertawa terpingkal-pingkal, saat Nara memperkenalkan dirinya.

Nara adalah gadis unik dengan sejuta keindahan. Ia memiliki sisi yang berbeda dengan teman-teman seusiannya. Sikapnya yang selalu cenderung bertingkah seperti anak kecil, membuat seluruh teman-teman di kelasnya mendapatkan angin segar.

Sikap Nara yang cuek dengan kehidupan Zaman Now, menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-temannya di kelas. Ia mampu membuat teman-teman di dekatnya selalu tertawa. Nara seakan memberikan kedamaian, Ketenangan, serta penawar dari bentuk masalah, akan sikap lucu dan konyolnya. Namun ada rahasia besar yang tidak satupun orang tau, termasuk Kenny.

Kenny berbeda 180° dengan Nara. Pria berbada atletis itu memiliki tubuh yang sempurna, kaki panjang dan kulit putih. Hobinya bermain bola, tampak jelas dari bentuk tubuhnya itu. Namun anehnya, cowok perfect itu tidak risih jika selalu di ikuti bahkan dibayang-bayangi oleh gadis yang sebagian orang menganggap Nara itu adalah gadis paling aneh tapi menyenangkan.

Bagaimana tidak aneh, ia selalu berpakaian layaknya anak SMP dengan baju yang di masukan ke dalam rok, seperti pelawak Jojon. Belum lagi dengan rambut di kuncir dua, kaos kaki yang tingginya hingga ke paha, dan kaca mata bulatnya yang tidak pernah lepas dari bola mata hitamnya.

Nara mengambil posisi duduk di samping Kenny, dengan cara berjalannya seperti anak kecil. Sontak membuat mereka semua tertawa, namun tidak bagi Kenny. Ia sudah biasa melihat tingkah aneh dan ke kanak-kanakan Nara, bahkan Nara seperti bayangan yang tidak pernah dianggap ada oleh Kenny. Meski Nara selalu berjalan di belakang Kenny, namun kehadirannya nyata ada dikehidupannya.

Nara dan Kenny dua sisi yang berbeda. Jika Kenny Tampan, pintar dan selalu menjadi yang terbaik. Berbeda dengan Nara ia gadis yang aneh tidak begitu jelek dan juga cantik, Bodoh, tapi selalu bisa menciptakan suasana bahagia di tengah-tengah kesemberautan otak menghadapai PR, ulangan serta Ujian.

“Nara!” Panggil Lisa yang duduknya berada tepat di belakangnya.

“Ya!” Ucapnya menyenderkan punggungnya pada bangku, agar suara gadis yang ada di belakangnya terdengar.

“Aku Lisa, nanti ke kantin bareng yuk?” Bisiknya  Lisa.

“Hmm aku tidak bisa jauh-jauh dari Kenny. Kamu aja yang ikut denganku?” Ucap Nara dengan nada bicaranya yang begitu polos.

“Benarkah, Hmmm baiklah. Tapi nanti kenali sama yang ada disbelah kamu ya,” Ucap Lisa antusias, dengan menyipitkan de dua belah matanya.

“Oke!” Nara membalikkan badannya, dan memberikan du jempolnya ke arah Lisa.

Percakapan Antara Nara dan Lisa singgah di telinga Kenny. Namun seperti biasanya pria itu tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan Nara, baginya Nara itu tidak pernah ada. Pria itu memasang headset dan sibuk membaca buku-buku, hingga otaknya penuh dengan rumus-rumus, analisis dan berbagai macam ilmu di kepalanya. Tak heran jika Kenny selalu menjadi juara kelas dan bahkan selalu memenangkan Olimpiade di sekolahnya.

Anehnya setiap kedekatan Nara dengan Kenny, tidak pernah memancing keributan gadis-gadis cantik dengan gayanya yang selangit. Tidak seperti cerita anak sekolah yang identik dengan Bully, ketika pria yang menjadi incarannya lebih dekat dengan wanita lain, apa lagi wanita aneh.

Mayang gadis popular dan juga pintar di kelas, diam-diam melirik Kenny. Sesekali matanya membuang pandang, Nara yang sadar dengan sikap aneh Mayang. Berdiri kemudian mendekati Mayang di saat jam kosongnya pelajaran.

Nara meminta Mayang untuk berdiri, kemudian ia duduk dan mengambil buku Mayang dan mempraktekkan bagaimana Mayang mengintip Dirinya dan Kenny dari balik buku itu.

“Aghhh…tidak ada yang aneh. Memangnya kalau liat dari buku ini, lebih menarik ya Teh?” Tanya Nara polos.

Seluruh kelas yang melihat tingkah Nara tertawa terpingkal-pingkal, dengan tingkah konyolnya. Namun tidak untuk Mayang, yang terlanjur malu dengan apa yang telah ia lakukan.

“Teteh...teteh Panggil aja Gue Mayang. Kitakan seumuran. Tadi Gue ngintip di buku itu, ngeliat guru. Gue ngantuk! takutnya kalau Gue tidur, terus ada guru masuk, Gue bakalan kena hukum.”

“Owhhh gitu, tapi kenapa ngeliatnya ke Nara?”

“Udah sana duduk. Ke PD an Loe.” Ucapnya melengus kesal.

Nara kembali ke tempat duduknya, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sementara Kenny masih sibuk dengan buku-buku yang ada di tangannya. Meski suasana kelas sudah heboh dan pecah, namun tetap tidak bisa mengalih perhatian Kenny dari buku-buku kesayangannya.

Jam bergerak menunjukkan waktu istirahat, seluruh siswa berhamburan ke kantin. Namun tidak untuk Kenny, ia memilih berjalan ke taman menamatkan buku-buku misteri kesukaannya. Sementara Nara selalu melakukan hal yang sama berjalan di belakang Kenny, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, agar tidak mengganggu konsentrasi Kenny dalam membaca.

Lisa yang ada di samping Nara, bingung dengan apa yang Nara lakukan. Sikap Nara persis seperti pengawal yang siap menjaga majikannya dari sisi manapun.

“Nara, kita mau ke mana? Sejak tadi hanya mengikuti Kenny yang tidak jelas ini. aku lapar mau ke kantin.” Bisik Lisa, yang sudah kehabisan kesabaran.

“Oke, kamu makan saja. Selamat makan.” Ucapnya manis, melambaikan tangan.
Lisa melengus kesal, sementara Nara berdiri di belakang Kenny. Pria itu berhasil menamatkan Buku misterinya dengan tebal halaman 360 dalam waktu dua hari. Saat pria itu menutup bukunya, Nara memberanikan diri bertanya pada Kenny.

“Kenny tidak lapar? Perut Nara lapar dari tadi.” Rengeknya pada Kenny.

Pria itu berdiri kemudian berjalan ke kantin, tanpa menanggapi ucapan Nara. Namun gadis itu tersenyum saat kaki Kenny melangkah ke kantin. Mayang dan yang lainnya asik menikmati makanannya seketika berhenti, saat melihat Kenny melangkah mencari meja yang kosong. Tak berapa lama beberapa siswa wanita mengangkat tangannya, untuk mempersilahkan Kenny duduk di tempat duduknya.

Tiba-tiba kaki pria dengan rahang tegap berjalan ke arah Mayang, sontak membuat seluruh mata mengarah padanya. Nara yang tidak kedapatan bangku, merengek seperti anak kecil meminta Mayang bergeser dari posisinya agar ia bisa duduk.

“Mayang, Nara duduk di mana? Bangkunya penuh semua.”

“Loe cari tempat lain lah!"

“Nara kan nggak bisa jauh dari Kenny, Mayang aja yang pindah ya?”

“Loe resek banget sih,” Ucap Mayang, kemudian berdiri. Ia memilih mengalah dari pada harus bertengkar dengan Nara yang dianggapnya anak kecil, hanya karena masalah sepele.

Kenny asik menikmati makanannya, sambil mendengarkan lagu yang ada di headsetnya. Seakan Kenny memiliki dunia sendiri, dunia yang tidak boleh siapapun memasukinya termasuk Nara.

Nara sudah enam bulan mengikuti Kenny, sejak dia duduk di kelas dua SMA di Bandung. Nara adalah gadis sebatang kara, ke dua orangtuanya meninggal karena kecelakaan. Ia tidak memiliki siapa-siapa lagi, termasuk kerabat. Sejak orang tuanya meninggal Nara sudah berhenti sekolah, karena biaya sekolah yang begitu mahal dan akan sulit baginya untuk membayarnya.

Suatu hari, Nara bertemu dengan Kenny pria yang berhasil menyelamatkannya dari tabrakan maut sekitar enam bulan yang lalu di Bandung, saat truk ingin menghantam tubuhnya, tangan sigap Kenny lebih dulu menyelamatkannya.

Saat itu Kenny adalah penyelamat baginya dan Nara mengikrarkan kepada dirinya bahwa ia akan selalu menjadi bayangan Kenny. Hingga akhirnya Kenny menjadi risih, berulang kali pria itu memberikan pengertian untuk tidak bersikap seperti itu padanya.

Kenny hilang kesabaran. Gadis yang membuatnya pusing, ditambah masalah keluarga yang tidak kunjung usai. Menyeret pria itu angkat kaki dari Bandung menuju Jakarta. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tinggal bersama Eva, Omanya. Nara merengek minta ikut, karena ia tidak memiliki siapa-siapa. Dengan berat hati Kenny membawa gadis itu ikut dengannya. Namun anehnya, setelah Kenny memperkenalkan Nara kepada Eva justru Eva sangat bahagia seperti anugerah diberikan cucu perempuan, yang selama ini ia damba-dambakan. Kedatangan Nara baginya seperti obat, setelah setahun ia kehilangan cucu perempuannya, akibat tabrakan maut. Dengan adanya Nara mampu memberikan hari-harinya lebih berwarna, dan pelipur lara untuknya.

Nara tinggal di Pavillion milik Eva. Sepulang sekolah ia selalu berada di kediaman Eva, untuk menemaninya bercerita bahkan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Berbeda dengan Kenny ia menghabiskan waktunya di kamar dengan segudang buku dan mainan-mainan kesayangannya.

Namun saat malam menyapa, Nara memilih untuk tidak keluar dari Pavillion. Sama hal nya saat dulu berada di gudang Villa milik Kenny. Gadis itu selalu mengurung diri, sehingga tidak ada satupun orang yang tau, bahwa ia bermeditasi dari hirup pikuk keramaian di siang hari, hingga butuh angin segar dan ketenangan di malam hari. Kebiasan yang menurut Kenny sangatlah aneh. Namun dengan begitu, setidaknya waktu malam adalah waktu-waktu terindah untuk Kenny terbebas dari bayangan-bayangan menakutkan.

Kenny menghirup udara malam, sambil menyeruput secangkir kopi yang ada di tangannya. Ia menyender di balkon depan kamarnya yang berada di lantai dua, dengan headset di telinga diiring lagu Bosson- One In A Million. Ia menikmati setiap bait lagu itu, hingga beberapa kali matanya terpejam, mendengar alunan musik yang membuat hatinya begitu tenang.

Saat ia membuka matanya, tanpa sengaja bola matanya mengarah ke Pavillion tepat di depan kaca kamar yang ditempati Nara. Bayangan gadis itu berjalan menuju jendela, sambil menguncir rambutnya. Sehingga membuat mata Kenny enggan beralih. Bayangan Nara semakin mendekat, hingga berada di tirai jendela. Seketika Kenny tersedat saat menyeruput kopinya, tiba-tiba ia terbatuk-batuk. Saat Nara menyimbahkan tirai. Kenny langsung berlari ke dalam, dan segera menutup pintu kaca kamarnya. Setelah beberapa menit ia berdiri di depan pintu, Kenny mengintip dari jendela dan lampu kamar Nara sudah padam. Kenny menyandar di pintu, kemudian terbayang malam itu saat di Bandung, kata-kata yang tidak sengaja terlontar dari mulutnya.

“Semenjak kamu masuk di kehidupan saya, hidup saya semakin hancur. Seharusnya kamu tidak berada di sini, karena kita ibarat magnet yang memiliki kutub yang sama, sehingga tolak menolak.”

“Kalau begitu Nara akan rubah magnetnya menjadi tarik menarik!”

“Sampai kapanpun itu tak akan bisa!”

“Tidak ada yang tidak mungkin, jika Nara berusaha!”

“Baiklah sampai kapanpun kamu tidak pernah saya anggap ada dikehidupan saya. hari ini, esok dan selamanya.”

Nara hanya terdiam, kemudian berjalan ke dalam kamarnya, yang berada di belakang gudang Villa milik Kenny.

Kenny memejamkan mata dan mengusap wajahnya, kemudian berjalan ke ranjang. Pria itu mengambil gitarnya kemudian mulai memetik senar, sehingga membentuk nada-nada dan simponi indah. Angin malam yang tercium dari sela-sela ventilasi kamarnya, membuatnya sangat menikmati malam itu.

Komentar

  1. menurut saya Judulnya sangat bagus, ada menyiratkan keindahan, dan mengundang rasa penasaran ingin membacanya. Namun setelah dibaca, ceritanya terasa datar, dan seakan2 boleh dikatakan 'hambar'.... Saran mungkin yaa, ini merupakan cerbung yang mestinya ada konflik menggigit disetiap part-nya, sehingga cerita sangat dinanti kehadirannya. Misalnya begini, Kinara itu bersikap aneh karena dia sering diperlakukan aneh jg, mgkn karena tindak kekerasan fisik or mental, hal ini mengakibatkan dia kehilangan panutan, dan menjadikan Kenny sbg sosok itu. Atau mungkin ini yg akan diungkapkan di part berikutnya...mungkin saja ada kejutan, mudah2n. I'll be waiting your story.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas masukannya. Ini masih part awal dan masih perkenalan 😊

      Hapus
    2. Kalau saya justru suka banget sama jalan ceritanya, seperti hidup Kak. tidak terlalu terburu-buru tapi pasti. namanya perkenalan tentulah masih belum ada konflik, karena masih meraba. aku sih berharap ceritanya sesuai sama ekspetasiku. dan udah gak sabar nunggu part 2 nya. Lagian saya Percaya penulisnya juga pasti punya kejutan tersendiri, jadi jangan terlalu dikendaliin sama penbaca kak. Kalau sama sesuai yang diinginkan pembaca, udah gampang ketebak dong ceritanya. Mending ngikutin kata hati Kakak aja jadi gak gampang nebak jalan ceritanya. Pokoknya Kinara the bestlah, dan Kenny No hahahha

      Hapus
  2. entah mengapa aku suka sama judul dan ceritanya. awal perkenalan yang cukup menarik, sehingga membuat saya pengen baca lanjutannya. Jadi penasaran Bagaimana kehidupan Nara dan Kenny. kalau saran saya sama dengan Eka, jangan terlalu ngikutin pengennya pembaca pada ujung-ujungnya gampang ditebak. berkreasilah dengan ide-idemu. emang sih kita juga harus memperhitungkan maunya pembaca, tapi tidak semuanya harus diikutin. jadinya kaya dikendaliin, so far aku suka banget, simple tapi ngena. ditunggu ya part 3 nya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman

terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...