Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

SUSAH MOVE ON

Jatuh cinta berjuta rasanya. Semua terasa indah dipandang. Tai ayam rasa coklat, Jamu jadi manis. Cabe rasa stawbery, semua  jeleknya selalu bagus dipandangan mata. Kemudian muncul kata-kata saya menerima dia apa adanya. Itu kan baru pacaran, belum lagi menikah. kalau nanti nikah ternyata cewek lain jauh lebih cantik darinya bagaimana? Hati-hati setan selalu punya banyak cara untuk menjebak manusia, agar kita mengikuti hawa nafsu kita. Karena kenapa? Setan butuh teman untuk bersamanya di Neraka. Ketika kita menghalalkan segala cara untuk memberikan cinta dan kasih sayang kita kepada yang belum tentu akan berjodoh dengan kita, maka disaat itulah setan akan berpesta bersuka ria. Karena telah berhasil menghasut diri kita akan cinta. Alasan yang sering dihalalkan oleh orang yang pacaran (dia setia, kami mencintainya karena Allah, dia lelaki sholeh, dia pandai menjaga pandangannya, dan dia tidak pernah kasar) jawabannya: 1.     Setia? saat ini sih setia, tapi belu...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 4

Pagi itu Nara sudah bangun dari tidurnya, sejak jam lima subuh sehabis shalat. Ia bergegas menuju sebuah bukit yang tidak jauh dari Kawah Putih. Ia menghabiskan waktu bersama embun, hingga matahari menyumbul dari balik awan. Hingga waktu bergerak   menuju angka sebelas siang, Nara masih belum beranjak dari posisinya. Panasnya terik yang menyengat kulitnya tidak ia pedulikan. Matanya terus menatap tajam, pada hamparan pohon yang menghijau hingga sebuah bayangan senyum menyapanya. “Kenny?” Ucap nara Gadis itu menutup matanya, kemudian membukannya kembali “Hahahaha…Nara itu hanya bayanganmu saja.” Ucapnya dan tertawa seorang diri. “Selain aneh kamu ternyata juga tidak waras. Di tempat sepi seperti ini, masih sempat-sempatnya tertawa dan berbicara sendiri.” Sebuah suara, berhasil menyentikkan telingannya. Nara membalikkan badannya. Matanya membulat tak percaya dengan apa yang kini ia lihat. Gadis itu kemudian berdiri, dan menjauh dari pria itu. Nara berlari sekencang...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...