Jatuh cinta berjuta rasanya. Semua terasa indah dipandang. Tai ayam rasa coklat, Jamu jadi manis. Cabe rasa stawbery, semua jeleknya selalu bagus dipandangan mata. Kemudian muncul kata-kata saya menerima dia apa adanya.
Itu kan baru
pacaran, belum lagi menikah. kalau nanti nikah ternyata cewek lain jauh lebih
cantik darinya bagaimana? Hati-hati setan selalu punya banyak cara untuk
menjebak manusia, agar kita mengikuti hawa nafsu kita. Karena kenapa? Setan
butuh teman untuk bersamanya di Neraka. Ketika kita menghalalkan segala cara
untuk memberikan cinta dan kasih sayang kita kepada yang belum tentu akan
berjodoh dengan kita, maka disaat itulah setan akan berpesta bersuka ria. Karena
telah berhasil menghasut diri kita akan cinta.
Alasan yang
sering dihalalkan oleh orang yang pacaran (dia setia, kami mencintainya karena
Allah, dia lelaki sholeh, dia pandai menjaga pandangannya, dan dia tidak pernah
kasar) jawabannya:
1. Setia? saat ini sih setia, tapi belum tentu dia
akan setia setelah menikah, karena cinta diawali jalan yang salah, maka jangan
salah ketika menikah dia bisa berkhianat. Allah suruh jangan mendekati Zina
bahwa zina itu dosa, tapi dia tak peduli tetap memilih jalan pacaran jadi
apakah kesetiaan sebelum menikah menjamin si-dia akan setia setelah menikah?
2. Tidak ada yang namanya pacaran mencintai karena
Allah. Kalau dia mencintai karena Allah. Tentu dia tidak akan mengajakmu
pacaran, dia akan berusaha memperbaiki diri, mendekatkan dirinya kepada Allah
hingga seluruh jiwa dan raganya hanya ia berikan sepenuhnya hanya untuk Allah,
maka ketika ia melihat seorang lelaki atau wanita sholeh/a menjaga pandangannya
dan orang tersebut begitu luar biasanya mencintai Allah. Maka saat itulah
adanya energi saling mencintai karena Allah. Apa energinya? Kamu dan si-dia
tidak saling mencintai, namun kamu pasrahkan semuanya karena Allah, saat itu
dihari yang suci Allah hadirkan cinta kepada kedua insan yang saling menunggu
dan saling memantaskan hanya untuk mencari ridha Allah.
3. Dia lelaki sholeh. Dari mana kamu menilai di
shaleh/a? Sedangkan perintah Allah saja dilanggar apa lagi kesetiannya terhadap
pasangannya.
4. Dia pandai menjaga pandangannya. Bagaimana bisa,
sementara kamu bukanlah makhramnya, tapi dia melihat terus ke arahmu hingga
enggan beralih darimu. Di mana yang namanya menundukkan pandangan?
5. Dia tidak pernah kasar. Namanya pacaran tentu
yang dilihat manis-manisnya dulu, belum pahitnya. Kalau diawali dengan jalan
yang salah, suatu saat Allah akan tunjukkan dari keburukan dirinya. Karena
Allah tak pernah meridhai status tanpa hubungan menikah.
Apakah
mau, menjadi yang bekas dan mendapatkan yang bekas? Bagaimana jika nanti kita
menikah, mendapatkan seseorang yang sudah pernah dielus-elus oleh laki-laki
lain, dipegang-pegang oleh pria atau wanita lain? Tentu akan menyakitkan bukan?
Ya itulah cerminan dari diri kita, jadi jika kamu ingin mendapatkan pasangan
yang baik, tentu kamunya harus menjadi baik dulu. Karena surat An-Nur ayat 26
mengatakan:
“Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji hanya untuk
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula).”
Yang
menulis ini pernah merasakan jatuh cinta? Jawabannya Iya pernah, saat itu hanya
ada 2 dalam pikiran saya. Jika saya memilih untuk mengatakan mencintainya, maka
saya harus seperti bunda Khadijah, siap menikah. Saat itu saya masih sekolah,
maka saya memilih untuk menjadi Fatimah menjaga perasaan saya, mencuri-curi
pandang dari jauh, menyematkan namanya dalam doa hingga seluruhnya saya pasrahkan
kepada Allah. Lambat laun perasaan itu lama-lama menghilang dan terkikis. Kenapa?
Karena saat itu saya berdoa, jika dia jodohku dekatkanlah ya Rabb, namun jika
dia bukan jodohku maka jauhkanlah. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, lama-lama perasaan saya hilang terhadapnya. Setelah beberapa bulan berdoa
seperti itu, Allah jauhkan dia dari hati saya. Artinya Doa saya sedang bekerja,
berarti dia memang bukan pria yang Allah kirim untuk saya dan bukan jodoh saya.
Pacaran
memang tidak berakhir zina, tapi yang namanya zina diawali dengan pacaran. Ingat
ukhti akhi jangan pernah sekali-kali mencoba pacaran, karena itu adalah hal
yang tidak patut dicoba. Tapi kan, saya tidak macam-macam kok sama dia? Nggak macam-macam
aja mendapatkan dosa, nah lebih baik nggak usah. Ukhti/ akhi jangan sampai
setan berhasil memperdayamu dengan alasan-alasan yang syar’I sebab yang namanya
pacaran itu haram “Rasulullah melarang, segala
jenis khalawat (berdua-duaan) yang bukan makhram, termasuk pacaran, dosa.”
Terus
saya udah sayang banget sama dia. Kamu harus bisa melawan nafsumu, karena
perbuatan yang dilarang Allah itu memang sulit untuk dilaksanakan, yang gampang
itu adalah mengerjakan apa yang Allah larang. Jadi butuh pengorbanan, ingat
orang yang mencintai dalam diam adalah seorang penjihad yang luar biasa, kenapa
sebab ia sedang berjihad melawan nafsunya agar tidak mudah terpedaya oleh
setan.
Mencintai
boleh, asal jangan kebablasan sampai lupa pada fitrahnya. Solusinya agar cinta
tersalurkan bagaimana? Yaitu nikah, mau ngapain juga sama si-dia justru
mendatangkan pahala.
Tapi
dia serius kok sama saya. Sama Allah aja nggak serius dan nggak mau dengerin,
apa lagi sama manusia. Hati-hati loh orang yang seperti ini, kamu nanti akan
lebih banyak kecewanya.
Nah
menilai seseorang mencintaimu adalah ia tak ingin menjerumuskanmu dalam dosa,
maka ia memilih untuk memperbaiki diri dan memantaskan dirinya dan menyimpan
namamu dalam hatinya melalui doa. Saat diwaktu yang tepat, dia akan langsung
menemui ayahmu dan mengikatmu menjadi bidadarinya sehidup semati. Karena apa?
karena dia tak ingin menyesatkamu atau menjerumuskanmu. Tapi dia mau,
mencintaimu tidak hanya di surga tapi juga di akhirat kelak.
Jadi
solusinya apa agar move on dari dia? soalnya sakit banget saat diputusin kak. Kamu
tau kenapa rasanya sakit? Agar kamu tidak mengulangi hal yang sama, Allah
sedang menyelamatkanmu makanya Allah kasih rasa sakit itu. Agar kamu datang
pada-Nya memohon ampun (Hijrah). Karena saat itu Allah lagi cemburu, padahal
kamu hidup dan bernapas karena-Nya tapi lupa akan dirinya lebih memilih
mencintai dia yang bukan makhrammu.

Komentar
Posting Komentar
Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman
terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.