Langsung ke konten utama

KINARA DI UJUNG SENJA PART 4


Pagi itu Nara sudah bangun dari tidurnya, sejak jam lima subuh sehabis shalat. Ia bergegas menuju sebuah bukit yang tidak jauh dari Kawah Putih. Ia menghabiskan waktu bersama embun, hingga matahari menyumbul dari balik awan.

Hingga waktu bergerak  menuju angka sebelas siang, Nara masih belum beranjak dari posisinya. Panasnya terik yang menyengat kulitnya tidak ia pedulikan. Matanya terus menatap tajam, pada hamparan pohon yang menghijau hingga sebuah bayangan senyum menyapanya.

“Kenny?” Ucap nara
Gadis itu menutup matanya, kemudian membukannya kembali “Hahahaha…Nara itu hanya bayanganmu saja.” Ucapnya dan tertawa seorang diri.
“Selain aneh kamu ternyata juga tidak waras. Di tempat sepi seperti ini, masih sempat-sempatnya tertawa dan berbicara sendiri.” Sebuah suara, berhasil menyentikkan telingannya.

Nara membalikkan badannya. Matanya membulat tak percaya dengan apa yang kini ia lihat. Gadis itu kemudian berdiri, dan menjauh dari pria itu. Nara berlari sekencang-kencangnya, agar Kenny tidak menemukan dirinya. Hingga ia masuk ke sebuah Hutan, dan terjatuh. Saat Kenny berusaha mengulurkan tangannya, Nara mendorong tubuhnya ke belakang agar ia menjauh dari pria itu.

“Kamu tidak hanya aneh, tapi juga keras kepala!” Ucapnya memutar badan, kemudian berjalan menuju tempat tadi ia datang.
“Dari mana Kenny tau, kalau Nara ada di sini?” Ucapnya menghentikan langkah kaki Kenny.
“Lisa menghubungi Dinnar, dan dia memberitau saya bahwa kamu kembali ke Bandung. Sebenarnya itu yang saya harapkan sejak awal, tapi Oma sejak semalam terus saja menyebut namamu. Saya ke sini, bukan saya yang mau, tapi karena Oma. Jadi kamu mau ikut dengan saya kembali ke Jakarta atau tetap di sini?”
“Kalau Nara ikut sama Kenny, apakah Nara boleh dekat-dekat dengan Kenny lagi.”
“Tidak. Sampai kapanpun saya tidak suka melihat kamu berada didekat saya. Jadi kesepakatan itu tetap akan berlanjut.”
“Kalau begitu Nara tidak akan ikut dengan Kenny!”
“Bagus itu akan lebih baik, dan saya akan bilang pada Oma bahwa kamu tidak betah berada dekat dengan Oma. Dan peringatan terakhir saya, jika hari ini kamu tidak ikut saya kembali ke Jakarta. Sampai kapanpun jangan pernah muncul dalam hidup saya!” Ucapnya marah dengan tatapan penuh kebencian.

Pria itu berjalan tanpa menghiraukan Nara, namun gadis itu terdiam beberapa saat, kemudian berlari menghampiri Kenny, dan berjalan di belakangnya. Kenny hanya melirik sekilas dengan senyum jahatnya, kemudian berjalan menuju rumah Tante Ros.
Dinnar yang asik main basket di depan halaman Tante Ros, melempar bola basket itu ke arah Kenny yang baru saja kembali. Pria itu menangkap bola dengan satu tangan, kemudian terjadilah persaingan hebat antara dua pria yang hobi bermain Basket. Lisa yang duduk di teras, menatap kagum hingga matanya tak berkedip, saat lincahnya tangan Kenny melakukan jump shoot, Slam Dunk hingga melakukan in and out dribble.

Nara dan Lisa hanya meloncat-loncat dengan tatapan kagum.

Ketika hati seseorang terluka sangat sulit untuk bisa disembuhkan, jikalau sembuh akan meninggalkan bekas. Namun tidak berlaku untuk Nara, meski hatinya di lukai ia masih tetap tersenyum kemudian membuangnya, hingga tak berbekas dalam ingatannya. Namun tidak untuk masa lalu, yang saat ini masih ia simpan rapi. Baginya masa lalu dan kekejaman Kenny adalah dua hal yang berbeda, meski yang ia rasakan sama pedihnya.

Nara dan Lisa meloncat bahagia, saat Basket itu berada di tangan Kenny. Hingga Dinnar menyingkir dari lapangan, karena pendukung yang menurutnya tidak seimbang.

“Dinnar kenapa berhenti?” Teriak Lisa dari teras halaman rumah.
“Karena pendukung Kenny lebih banyak.” Ucapnya meneguk segelas jus jeruk yang ada di atas meja.
“Ah Dinnar payah.” Ucap Nara, kemudian disambar oleh gelak tawa Lisa dan Tante Ros.

Hari itu hari yang sangat menyenangkan untuk mereka. Namun tidak untuk Kenny, ia sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya. Hingga tanpa sadar bahwa Dinnar sejak tadi berdiri di belakangnya, memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kenny.
“Kenny, jangan bilang kalau kamu menyukai Mayang?” Ucap Dinnar.

Pria itu menahan tawanya, hingga Kenny menyadarinya kemudian cepat-cepat mematikan ponselnya. Wajah pria itu, memerah. Ada amarah yang tertahankan, sehingga menyulutkan hati Dinnar untuk tidak lagi bergurau dengannya.

“Hmmm sepertinya hari ini sangat cerah untuk jalan-jalan. Sebelum balik ke Jakarta, alangkah baiknya kalau kita jalan-jalan dulu yuk? Kenny dan Nara sebagai pemandunya, karenakan kalian berasal dari sini.” Ucap Dinnar mengalihkan kemarahan Kenny.

Lisa dan Nara yang masih berada di sana tertawa melihat tingkah Dinnar. Tak berapa lama Nara memalingkan wajah, seperti ada sesuatu yang ia rahasiakan. Ke empat remaja itu menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan menuju Farm House Lembang. Jika Lisa dan Dinnar sibuk berfoto-foto, Kenny dan Nara sibuk melihat-lihat.

Nara menyukai Kelinci begitu dengan Kenny. Mata keduannya tak lepas menikmati lucunya hewan berbulu putih memakan wortel. Sesaat Kenny membalikkan tubuhnya, matanya terbelalak tak percaya saat seorang pria yang ia kenal kini berada di hadapannya dengan seorang wanita. Hati pria yang pernah hancur, kali ini jauh lebih hancur hingga kepingan itu berubah menjadi serbuk.

Nara yang sadar Kenny sudah tidak berada di sampingnya. Mencari keberadaan Kenny, namun justru yang ia temui bukan Kenny, tapi sebuah pemandangan yang menyakitkan. Sebuah memori usang yang ia simpan rapi, terbuka kemudian memaksanya untuk masuk. Hatinya merintih sakit, dengan apa yang kini ia saksikan.

Nara menyembunyikan wajahnya di balik selendang yang melilit di lehernya. Ia menjauh dari pemandangan menyakitkan itu, kemudian berlari sejauh mungkin. Hinga akhirnya ia terduduk disebuah pohan dan menghempaskan tubuhnya di sana.

Ia meringkuh mengingat betapa hancur hatinya saat itu, mengenang bagaimana penyiksaan yang ia terima dari seseorang yang dulunya dekat, tiba-tiba menjadi monster. Lucu memang ketika seseorang yang pernah ada dalam bagian hidup kita, yang telah kita anggap malaikat tanpa sayap. Kemudian menjadi sosok yang menakutkan, bahkan untuk bertemu saja rasanya tubuh gemetar.

Lisa dan Dinnar yang menyadari bahwa ke dua temannya tidak berada dekat dengannya, mulai panik kemudian berusaha menghubunginya. Namun hingga telepon ke lima tidak ada respon dari Kenny maupun Nara. Lisa dan Dinnar memutuskan untuk kembali ke rumah Tante Ros. Sesampainya di depan halaman Tante Ros, Nara dan Kenny tiba dengan arah berlawanan menunjukkan wajah dan ekspresi yang tidak biasa.

Lisa berlari menuju Nara, sementara Dinnar mendekat ke arah Kenny. Keduannya tetap acuh, sehingga tanpa sadar Kenny maupun Nara meminta untuk segera kembali ke Jakarta. Lisa dan Dinnar bertatapan dengan ekspresi bingung, dengan apa yang terjadi oleh ke dua sahabatnya.

Aku pernah melupakan sesuatu yang berharga dalam hidupku
Sesuatu yang tidak pernah hilang dari jangkauan mata
Namun sebuah tragedi menghancurkannya, merubah cinta menjadi benci
Hingga detik ini, aku tidak pernah tau bagaimana caranya menyapa, atau sekedar mengatakan Hai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...