Langsung ke konten utama

MENUJU SAKINAH


SENYUMAN itu telah hilang. Kapan terakhir kali terlihat merekah dan terukir indah dikedua bibir mungil gadis itu. Gadis yang menjunjung tinggi cinta, agama, dan juga tata krama. Tiba-tiba sebuah pengakuan yang tak seharusnya ia dengar, melayang sampai ketelinganya. ”I fell in love with the girl.” Sejak saat itu senyumnya menghilang tak berbekas sama sekali.

Walau ia tak pernah dianggap, ada di Rumah itu. Namun ia masih tetap setia menunggu lelaki yang menjadi tumpuan hidupnya, lelaki yang kini menjadi Imamnya. Ia masih tetap sama, setia menunggu disepanjang malam berdiri di balik gorden jendela. Berteman sepi dan angin malam bersama cahaya lampu, sesekali diliriknya sebuah lingkaran yang terpasang cantik melingkari dijari manisnya. Ya, itu adalah cincin pernikahannya dengan lelaki yang kini menjadi suaminya.

Hampir dua bulan ia menjalani kehidupan Rumah tangga. Banyak kisah bahagia yang ia dengar dari sahabat dan temannya. Bercerita betapa indahnya memiliki keluarga kecil, penuh dengan keceriaan dan kegembiraan. Namun berbeda dengannya, cerita kebahagian itu tak berlaku untuknya. Ia serasa hidup dipenjara seakan terbelenggu oleh ikatan yang tak seharusnya ada, seakan mencekiknya dan merenggut kebahagiannya saat ini.

Padahal lelaki itu yang menginginkan pernikahan ini, saat itu ia menjanjikan kebahagiaan surga. Berjanji dihadapan kedua orangtua untuk menjadikan gadis itu, bidadari surga dalam hidupnya. Selayaknya kisah saidina Ali dan saidatina Fatimah kisah keluarga yang menjadi mimpi gadis jelita itu. Namun semuanya hanya semu. Lelaki itu diam-diam masih menyimpan rasa pada mantannya, bahkan terang-terangan mengaku tepat di depan matanya jika ia masih menyimpan rasa pada mantan pacarnya.

Apa salahnya? Padahal gadis itu adalah wanita yang soleha, gadis yang taat pada agama. Mudahnya ia tertipu oleh lelaki yang mengaku alim pada kenyataanya menyakitkan batinnya. Sebenarnya lelaki itu baik, ia sangat sopan. Hanya saja ia gampang goyah, jika sudah menyakut Maya gadis yang dulu menjadi mantanya. Bagaimana tidak, hubungan suaminya dan Maya adalah sebuah kisah indah yang tak kan mudah untuk dilupakan, bahkan kisah itu terlalu indah untuk dibuang. Namun pada akhirnya salah satu akan ada yang tersakiti.

Waktu menunjukkan pukul 23.00 tiba-tiba terdengar suara keras dari pintu pagar yang sudah terkunci. Rupannya lelaki itu membawa kunci cadangan, sehingga memudahkan ia bisa pulang semaunya.

Gadis itu kemudian menghampiri pria yang kini menjadi suaminya. Walau ia tak pernah dianggap dirumah itu, namun ia tetap menjalani kewajibannya sebagai seorang isrti. Menunggu pria itu pulang, menyiapkan makan malam, walau tak pernah disentuhnya. Menyiapkan air hangat dan juga menyiapkan pakaian. Namun tak pernah sekalipun lelaki itu mengucapkan terima kasih, setidaknya senyum simpul diwajahnya.

“Mas Arga Baru pulang? Tadi ada lembur ya?” Tanyanya pada suaminya.

Ia masih tetap terdiam, gadis itu masih menunggu reaksi dari suaminya. Mereka asik melakukan aktifitas masing-masih. Zoya sibuk menyiapkan air hangat untuk Arga yang baru pulang dari kerja, sementara Arga sibuk mencari baju. Padahal sudah disiapkan oleh istrinya.

“Zoya!” Panggilnya memecahkan keheningan.

“Ya Mas.”

“Kamu tak lelah! Jika kita seperti ini terus. Jika kamu lelah, aku bisa melepaskanmu dan memberikan kebebasan padamu.”

Gadis itu terdiam, selang air yang berada digenggamannya tiba-tiba terlepas. Ada rasa sesak berkecambuk dihatinya, seakan ingin meledak memecahkan keheningan malam saat ini. Seketika matanya mulai memanas, dan berlahan bendungan dikelopak mata cantik itu mengalir membasahi pipinya yang tirus.

Gadis itu berjalan mendekati suaminya yang masih berdiri di depan lemari, digenggamnya pergelangan suaminya itu. Berlahan disenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya.

“Demi Allah Mas, aku menerima pinanganmu semata-mata mengharapkan Ridha Allah. Jika kau tak bahagia denganku? Biarlah kuberikan kau kebebasan dengan wanita yang kau cintai itu. Tapi kumohon biarkan aku berbakti padamu menjadi istri yang sholeha, dan tetap berada disisimu. Itu janjiku pada kedua orangtuaku terutama kepada Allah.”

“Namun apa gunannya pernikahaan ini. Jika tak ada cinta diantara kita?”

“Bukan kah kamu mas yang memilih aku untuk menjadikanku istrimu! Lalu kini kau mengingkarinya. Aku ikhlas jika pada akhirnya aku yang tersakiti, tapi biarlah ini menjadi lukaku asalkan Allah tetap cinta padaku. Biarkan aku menjadi istri yang selayaknya melayani suami.”

“Aku memang memilihmu untuk menjadi istriku, tapi saat itu aku tak memaksamu. Namun dengan mudah kau berkata iya. Maaf Zoya jika selama ini aku membuat hatimu sakit?”

“Bukankah sangat jelas kau katakan kau menginginkanku, wanita mana yang tak terlena jika ia dijanjikan surga, wanita mana yang tak menerima jika lelaki itu menyakinkanku bahwa ia berjanji akan membuat keluarga kecil yang sakinah menuju jalan Allah. Apakah semua itu bohong?”

Tangis gadis itu memecah heningnya malam. Ada luka goresan yang sangat tajam merujam jantungnya. Lelaki yang ia cintai, tak pernah membalas cintanya. Apa gunanya hidup satu atap, jika tak pernah dianggap. Entah apa salah gadis itu, sehingga harus menerima perlakuan yang tak seharusnya ia dapatkan.

Dunia serasa tidak adil, seakan Tuhan merenggut kebahagian dalam dirinya. Mau protes lantas kepada siapa? Gadis malang itu harus terkurung jeruji kehidupan yang tidak ia inginkan. Kebahagian tak mau bersahabat dengannya, untuk apa ia tetap bertahan walau pada akhirnya menyiksa diri.
Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri istrinya yang sudah terduduk dipinggiran kasur, buliran air mata itu terus turun membasahi pipinya yang merah merona.

Seketika tangan kekar itu memegang bahu istrinya, sesekali ditatapnya dan dipandangi wajah istrinya dengan lembut. Wajah yang selalu menunggunya setiap malam dibalik jendela, berlahan digenggamnya tangan  istrinya, tangan yang selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang. Menyiapkan makanan, menyiapkan segala keperluannya. Membuatnya seketika tersentak, dan menundukkan kepala.

Tiba-tiba mata yang tak pernah menangis itu, berlinang membasuh wajahnya yang hitam manis, seakan tampak jelas lesung pipit dipipinya. Ada penyesalan yang teramat dalam, menyeruak kedalam hatinya. Perlakuan yang sering ia perbuat kepada istrinya sungguh tak mampu termaafkan lagi. Namun balasan yang ia terima selalu senyuman manis dari istrinya. Malaikat itu menyadarkan dirinya atas perbuatan yang tak seharusnya ia lakukan.

“Maaf.” Bisiknya ditelinga istrinya sambil memeluk tubuh mungil Zoya.
Gadis itu tetap diam dan belum merespon tubuh suaminya itu, entah rasa sakit yang selama ini ia pendam? Atau kenyataan pahit yang belum bisa bersahabat dengannya?

“Maaf telah menyia-nyiakanmu. Aku yang tak pernah sadar dan memperlakukanmu seakan kau tak pernah ada. Namun pada kenyataannya kaulah yang selalu menjadi malaikatku. Dan aku baru menyadari itu. I’m sorry the angel.”

Air mata itu terus belinang, berlahan ia bersimpuh mencium kedua punggung tangan istrinya dengan penuh cinta. Dan seketika Zoyapun membalas pelukkan itu.

“Aku sudah memaafkanmu, sebelum engkau meminta maaf padaku. Karena aku tak punyak hak marah terhadapmu. Jadi minta maaflah pada dirimu sendiri terutama pada Allah.”

Once again i’m sorry. Let me be your husband.” Sambil mengecup keningnya.
Gadis itu hanya mengangguk, dan segera mengajak suaminya shalat isya. Ia pun menjadi imam. Seketika tumpahlah segala emosi dan air mata membasahi sajadah berwarna merah itu. Senyum itu kembali merekah setelah dua bulan menghilang dikubur senja. Hanya kebahagian yang kini menanti menuju sakinah bersamanya, bersama pria yang kini menjadi suaminya. Berulang kali diucapkannya rasa syukur menyanjung pemiliki kerajaan langit dan bumi.


Kini Allah telah membayar air matanya dengan kebahagian yang tiada henti. Bahwa percayalah buah dari kesabaran itu pasti akan tiba. Tergantung dapatkah kita menunggu atau mungkin akan menyerah. Jika saja saat itu ia menyerah mungkin mereka sudah bercerai. Namun pada kenyataannya gadis itu masih tetap bersabar dan yakin bahwa suaminya kelak seutuhnya hanya miliknya. Dan kini kehidupan mereka jauh lebih baik, menjadi keluarga yang taat ibadah, bahkan tak pernah sekalipun ketika keluar Arga melepas tangan istrinya, bahkan untuk waktu dua menit.


Syukron.... sudah mau mampir :) silahkan tinggalkan pesan, kritik dan saran. Agar penulis bisa mengkoreksi kesalahan penulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...