Langsung ke konten utama

sambungan cerpen tentang waktu

lanjutan (sambungan cerpen tentang waktu)
selamat menikmati

***
Sudah 4 bulan lamanya aku masih menyimpan perasaanku terhadap leo itu terasa sangat menyakitkan bagiku seperti ditusuk belatik tajam yang menembus ke jantungku, bahkan aku hanya bisa memandanginya di kejauhan bahkan setelah wisuda ini mungkin aku tidak akan pernah lagi bertemunya, tetapi aku selalu berharap agar tuhan mendengar do’aku untuk meyatukan kami kelak sebelum wisuda, masih ada waktu beberapa bulan untuk bisa dekat denganya mungkin aku berfikir dengan bantuan Aldo aku bisa lebih dekat dengan Leo.
Saat aku asik duduk di taman sambil ngemil Snack tiba-tiba Salsa dan Aldo datang dari arah belakangku, Aldopun langsung membuka mulutnya dan memakan Snack yang ada di tanganku.
“ALLLLDDDOOOOO .....iiihhhhh jorok tau? (teriakku)
“ya, abisnya loe ngelamun aja dari tadi, Snack dimana! mulut dimana? (ketewa ngakak)
Salsa hanya tertawa melihat ulah kami yang seperti anak kecil, dan dia terlihat bahagia, saat aku dan Aldo sedang asik bertengkar cubit-cubitan, tiba-tiba aku langsung terdiam.
“heiii angry bird ko malah diam si? Wah ni anak beneran kesurupan. Tadi bengong tiba-tiba marah, terus sekarang ngelamun lagi? (jawab Aldo)
“kay kamu kenapa? (tanya Salsa)
“hmmm gak...gak kenapa-kenap ko? (sambil senyum terpaksa)
“kay..udah deh kamu itu gak bisa bohong, keliatan banget ko kalau kamu lagi sedih, kamu cerita aja sama aku?
“ hmmm tapi kalian janji jangan ketawa ya?
“paling juga gue ngakak hahahahah, becanda (jawab Aldo)
“aku gak tau Sal, Do ini jatuh cinta apa bukan? Setiap kali kali aku ngeliat dia aku ngerasain perasaan yang aneh yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, bahkan aku yang dulu tidak percaya akan namanya cinta pada pandangan pertama, tapi justru kini aku percaya itu. setiap hari, jam bahkan detik aku selalu memikirkan dia aku binggung aku harus berbuat apa, kalau aku bertemu dia perasaan aku semakin tidak karuan aku seperti hilang kendali.
Tidak terasa air mata dikelopak mataku tidak bisa kubendung lagi, tiba-tiba roboh membentuk sungai kecil dipipiku hatiku terasa sakit dan terus terisak dipelukan Salsa sesekali Salsa dan Aldo mencoba menenangkanku.
“bahkan kamu tau aku gak pernah peduli dia siapa? Dari mana? Kerjanya apa? Aku gak tau yang hanya ingin aku tau siapa wanita yang dekat dengannya? Apakah aku memiliki kesempatan untuknya? Bahkan hanya ingin dekat dengannya, mengetahui kabarnya? Apa yang sedang dia pikirkan? Semua itu sudah membuat aku gila Sal.
“udah Kay kamu tenang dulu, kamu percaya jodohkan? Kalau memang dia jodoh kamu maka tuhan akan mempersatukan kalian ko percaya itu? (jawab Salsa)
“kalau gue boleh tau siapa orangnya? Mungkin gue bisa bantu? (tanya Aldo)
“hmmm tapi kalian gak bakal bilang siapa-siapakan?
“iya (jawab Salsa dan Aldo serentak)
“dia Leo (sambil menunduk)
“Leo???????????? (jawan Salsa dan Aldo)
Mereka kaget saat nama Leo terlontar dari kedua bibirku, aku bukan nangis tapi malah kesal saat melihat wajah Aldo yang tertawa puas setelah dia tau siapa nama cinta pertamaku, justru aku heran dan bingung saat melihat ekspresi wajah Salsa yang sangat kaget saat aku menyebutkan nama Leo.
“Leo hahahahaha akhirnya temen gue ini bisa juga jatuh cinta! Tapi kenapa Leo hahahahaha (ucap Aldo dengan wajah yang puas)
“iiihhhhh Aldooo bukanya di hibur tapi malah ngeledek gitu. Nyebelin banget sihhh
“heheheeh gak becanda angan ngambek sih tar cantiknya hilang loe hehehe(sambil ngerayu)
Salsa sejak tadi hanya terdiam setelah aku menyebutkan nama Leo, bahkan dia tidak cemburu saat Aldo merayu dan menggodaku, dia juga tidak mempedulikan kami,bahkan Aldo juga tidak sadar sikap Salsa yang tiba-tiba berubah dingin gitu. Aku terus saja memperhatikan wajah Salsa yang sejak tadi diam.
“yang kamu kenapa? (tanya Aldo)
“gak, gak kenapa-kenapa ko? Aku dari tadi lucu aja ngeliatin kalian berdua ribut terus kaya tom & jerry, kalian cocok sekali (sambil tersenyum)
“kamu bisa aja, jangan cemburu ya sayang? (ucap Aldo)
“gak lah Al ngapain juga aku cemburu
Akupun semakin kaget dan tersentak ketika ucapannya, aku dan Aldo cocok? gak cemburu? Apa maksud Salsa? semua ini membuat aku gila dan pusing setengah mati. Aku pun langsung pergi dan meninggalkan mereka berdua di taman. Rasanya aku ingin beristirahat lebih lama dan melupakan kejadian saat ini. Dan saat aku terbangun aku berharap kenyataan kalau Leo juga menyukaiku, keinginan yang amat tinggi menurutku.
***
Sudah seminggu tampaknya aku tidak melihat Salsa dan Aldo, semenjak kejadian itu. Aku berharap apa yang aku pikirkan salah tidak sesuai dengan kenyataanya.
Saat aku sedang berjalan di taman aku melihat Leo sedang duduk dan asik melihat-lihat gambar di dalam kameranya, dengan hati berdebar tidak karuan aku beranikan untuk mendekat dan berbicara kepadanya.
“hei Leo, sedang apa?
“hei kay, sini duduk! ini lagi liat gambar.....coba deh liat menurut kamu bagus gak?
“hmmmm bagus-bagus, aku suka gambarnya
“ya udah lain kali kamu mau gak jadi modelku? (sambil tersenyum)
“beneran? Mau dong (dengan hati berdebar dan bahagia)
“beneran dong, apa lagi kamu cantik pasti hasilnya tambah bagus.
Akupun langsung senang tidak karuan, serasa melayang ke udara, rasanya saat ini aku tidak mau berlalu aku selalu meminta agar hari ini lebih lama sehingga aku bisa berdua dengan Leo. Bahkan kalau bisa jangan ada hari esok. Kebersamaan hari ini membuat aku semakin yakin kalau Leo adalah cinta pertamaku.
“Kay kamu udah makan?
“belum!
“ya udah ke kantin bareng yuk???sekalian ada yang mau aku omongin sama kamu?
“apa? Perasaanku semakin tidak karuan...dan berharap Leo juga menyukaiku, ayo....(dengan perasaan bahagia)
Akupun tiba di kantin Leo hanya memesan minuman sedangkan aku memesan bakso, saat kami menunggu makanan tiba-tiba Leo menggenggam tanganku sambil minta maaf. Dan itu membuat aku kaget setengah mati, tetapi bahagia Cuma yang aku bingungkan kata maaf dari mulut Leo.
“Kay aku minta maaf ya? Aku udah tau semuanya dari Aldo tentang perasaan kamu
“emang Aldo cerita apa tentang aku? (tanyaku penasaran)
“aku harap kamu tidak marah sama Aldo dia hanya membantu kamu dan tidak tega melihat kamu sedih katanya dia minta agar aku bicara sama kamu. Kay jujur aku suka sama kamu, kamu cantik, Pintar bahkan siapa pria yang tidak suka sama kamu? Tapi maaf kay aku tidak bisa mencintai kamu karna ini menyangkut perasaan hati. secantik dan sepintar apapun kamu tetaplah pada waktunya hatilah yang menentukan. sekali lagi aku minta maaf kay, kita masih bisa bertemankan?
Tiba-tiba hatiku terasa sakit dan akupun mencoba menyembunyikan perasaanku dari Leo, rasanya aku ingin lari, aku ingin menghilang seperti angin, bahkan aku tidak sanggup lagi bernafas ucapan Leo barusan tadi seakan-akan menghentikan salur pernafasanku, aku serasa ingin cepat-cepat Leo pergi dari hadapanku dan membiarkan aku menagis sejadi-jadinya.
“iya Leo aku mengerti, aku tau kalau cinta tidak bisa di paksa sekali lagi aku yang minta maaf? Sudah berani-beraninya mencintaimu dari belakang?
“iya kay gak apa-apa...ini masalah hati dan kamu tidak salah. sekarang kita makan dulu yuk?
Tiba-tiba suara HP Leo bergetar ternyata itu Telepon dari seseorang yang sangat penting untuk Leo terlihat tampaknya dia segera menyusuli pemilik suara yang berasal dari telepon itu.
“kay, maaf aku tinggal kamu sendirian gak apa-apa kan? Aku ada keperluan mendadak
“iya Leo (suaraku semakin mengecil)
Leo pergi meninggalkanku, aku pun menangis sejadi-jadinya dan meninggalkan kantin menuju Taman belakang Kampus, kakipun terasa lemas, untuk berjalan saja rasanya aku tidak sanggup. Tiba-tiba aku terjatuh dan lemas terduduk dekat Pohon. Kini air mataku benar-benar tidak mau berhenti betapa memalukannya aku dihadapan Leo, ini semua merasa tidak adil untukku. mengapa aku yang belum pernah mengalami cinta harus di perlakukan seperti ini, Aku merasa tuhan tidak adil untukku. Tiba-tiba Aldo datang dan duduk di sampingku dan berusaha untuk menghiburku, bukanya merasa terhibur aku semakin marah dan murka kepada Aldo.
“aku gak nyangka ya setega itu kamu sama aku do? Aku kira kamu teman yang baik! Ternyata kamu seorang pembohong besar?
“apa maksud loe Kay? Gue gak pernah bohong sama loe, kalaupun selama ini gue selalu jail sama loe tapi gue gak pernah ngebohongin loe kay?
“busyitttt lah, kamu udah janji sama aku gak bakalan bilang sama Leo tentang perasaan aku, tetapi ternyata apa kamu bilang sama Leo do, kamu tau apa kata Leo dia nolak aku. kamu tau malu setengah mati aku do?aku benci sama kamu sekarang kamu pergi dan tinggalin aku sendiri?
“terserah loe mau bilang apa tentang gue tapi satu yang harus loe tau kalo semua yang loe inginkan gak sesuai dengan kenyataan. Berarti tuhan sayang sama loe dia kasih jalan kalau Leo bukan yang terbaik buat loe. Jodoh gak akan kemana Kay percaya itu?
“kamu enak ngomong kaya itu karna kamu udah punya Salsa, gimana sama aku? aku juga pengen punya pacar seperti kalian apa aku gak pantes. Mending kamu pergi dan samperin Salsa pacaran kamu sana, jangan gangu aku?
Aku semakin marah dan emosi, tiba-tiba Aldo yang berbalik marah dan membentakku dan membuat aku kaget dan binggung.
“gak ada gunanya loe habisin air mata dengan hal yang gak berguna ini, hidup loe masih panjang Kay. Loe masih punya orang tua, sahabat yang masih peduli sama loe.
Tiba-tiba suara Aldo mengecil dan seperti menangis
“dan gak sepantasnya loe nyalahin tuhan atas apa yang gak loe dapetin, tuhan lebih tau apa yang loe butuhin bukan Leo Kay? Tuhan selalu tau mana yang baik dan tidak baik untuk loe, bahkan Tuhan telah nyadarin gue akan apa yang seharusnya bukan gue miliki, melepaskan dia adalah yang terbaik dan gue ikhlas karna diujung sana pasti ada seseorang yang lebih baik yang tuhan ciptakan untuk gue.
Tiba-tiba aku semakin tidak mengerti apa maksud Aldo yang membuat aku semakin bingung, siapa yang dimaksud oleh Aldo? Apa jangan-jangan dia putus dari Salsa lantas kemana Salsa selama ini menghilang gak ada kabar?
“Aldo maksud loe apa? Loe putus dari Salsa?
“iya Kay, ternyata selama ini dia udah jadian lama sama teman gue sendiri bahkan disaat gue serius mau ngelamar dia, dia udah lebih dulu dilamar sama temen gue sendiri, sakit, hancur, merasa di khianati tapi itulah takdir semua harus gue terima mungkin inilah jawaban Tuhan kalau ternyata bukan Salsa yang gue butuhin, dan gue gak punya hak untuk marah sama Tuhan gue sendiri, dan semua itu gue terima.
Saat ini yang aku rasakan berbalik 180 derajat orang yang telah aku tuduh pembohong, penghianat ternyata semua itu salah, Aldo lebih menderita dari aku tapi dia bisa menerimanya, dia terlihat tegar yang sebenarnya hatinya teramat sakit dan tercabik di bohongi, di hianati, di duakan kalo aku berada di posisinya mungkin aku tidak akan terasa sanggup. Tapi Aldo dia pria yang kuat dan aku selalu berdo’a agar Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuknya.
“do....sabar ya! aku minta maaf ya, yang tadi?
“iya gak apa-apa, gue ngerti ko perasaan loe?senyum dong tar cantiknya hilang lagi?
iiihhh apaan sih! iya , Ya udah aku pulang duluan ya.
“iya, istirahat ya?
Aldo telah menguatkan aku, benar kata Aldo Tuhan belum menghendaki aku untuk bertemu dengan jodohku, mungkin Tuhan ingin aku menjadi orang yang lebih baik dulu, ketika aku menjadi orang yang lebih baik maka Tuhan akan mempertemukan aku dengan jodohku kelak. Dan aku percaya itu.
Saat aku berjalan pulang tiba-tiba aku melihat Salsa bersama Leo mereka bergandengan tangan seperti sepasang kekasih. Perasaanku kini semakin kacau dan semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di benakku kini telah terjawab sudah orang yang aku temui di Perpus saat pagi itu memang Leo dan Salsa, dan di Perpus memang tidak ada Hantu, saat aku menyebutkan Leo cowok yang aku suka Ekspresi wajah Salsa berubah dan kaget, saat Leo menolakku ternyata orang yang disukai........ yah teman yang di maksud Aldo yang udah ngerebut Salsa adalah Leo mereka berdua udah berbohong dan menghianati Aldo. Semua ini sudah terbongkar dan pertanyaanku telah terjawab. Inilah yang mungkin di maksud Aldo lebih baik sakit sekarang dari pada esok hari.
Sesampai di rumah akupun langsung merebahkan tubuhku di kasur, kejadian hari ini benar-benar telah membuatku gila, mataku hanya menerawang menatap langit-langit atap kamarku, seketika akupun lelah dan mulai tertidur.
***
Kini aku Wisuda itu berarti aku telah menjadi seorang Sarjana Ekonomi, aku bergegas merapihkan seluruh pakaianku dan keluargaku menunggu di luar, kini aku akan berangkat ke Jambi dan menetap di sana mungkin di Jambilah aku akan menemukan jodohku dan orang yang Tuhan kirim untuk ku dan waktulah yang akan menjawab semua ini. HPku berbunyi ternyata berasal dari Aldo
“hai, Kay apa kabar?
“baik, kamu?
“aku juga baik, dengar-dengar kamu pindah ke Jambi ya?
“iya, tapi aku janji ko gak bakalan lupa sama kamu salam untuk semuanya, kalau kamu ketemu Salsa dan Leo sampaikan salamku untuknya?
“iya pasti, jaga diri baik-baik aku akan selalu merindukanmu.
“iya, aku juga.
Tiba-tiba pembicaraan kami terputus.
Kini aku akan menjalankan hidup dengan normal tanpa cinta ,sakit hati, ataw pun patah hati tetapi ketika waktu itu telah tiba aku akan bertemu dengan cintaku sesungguhnya aku yakin akan indah pada waktunya.
Saat aku menemani sepupuku keMall di Jambi tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggilku entah siapa gerangan pemilik suara itu tapi sepertinya aku mengenalinya.
“Kayla................?
“Reza, hai apa kabar? Gak nyangka ya kamu masih mengenaliku
“baik, iya dong wanita cantik seperti kamu gak akan pernah lupa.
“hmmmm bisa aja
“ada waktu? Kita makan siang yuk
“ayo

Dan pada saatnya aku bertemu dengan seorang dokter tampan yang ternyata teman SMP ku sendiri, mungkin ini tentang waktu yang pernah Aldo katakan kalau kelak aku akan menemukan pasanganku aku percaya itu. tidak peduli kapan waktunya tiba, selama kita berusaha, sabar, dan berdo’a tanpa kita pinta Tuhan telah menyiapkan semuanya jauh lebih baik dari apa yang kita inginkan. Dan mungkin Reza adalah Jodoh dan tulang rusuk yang telah Tuhan ciptakan untukku, semua akan indah pada waktunya. Dan waktu telah menjawab semua persolanku, cinta pertama belum tentu dia jodohku.


by: yulipelangi (rainbow)
terima kasih telah berkunjung keblog saya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...