Langsung ke konten utama

CERPEN: TENTANG WAKTU

TENTANG WAKTU

Hari ini adalah pertama kali aku masuk kuliah setelah Libur 2 bulan lamanya disebuah universitas Swasta, libur panjang seperti ini membuat otakku lupa akan semua mata kuliah yang telah aku tempuh, kini aku masuk semester 8 itu berarti tinggal 6 bulan lagi aku Wisuda dan meninggalkan semua buku-buku tebal yang membuat otak di kepalaku kusut seperti kaset, rasanya hari ini aku rindu sekali pada Salsa teman saat pertama kali aku masuk kuliah dia yang selalu menemani hari-hariku. Matahari pagi menyilaukan mataku sehingga sinarnya menyengat seluruh kulitku, aku hanya terus berjalan menelusuri lorong yang sepi yang di penuhi pohon rindang di pinggir kiri kanan jalan. Tampak sosok seorang wanita berambut pendek sebahu dan menggunakan kaca mata sambil tersenyum dan melambaikan tangannya dari kejahuan.
“hai, Kayla!!!
Terdengar suara samar-samar seperti seseorang memanggil namaku secara berulang-ulang, kudekati siapa pemilik suara itu dari balik lorong-lorong yang baru saja aku lewati, ternyata suara itu berasal dari Salsa sahabat terbaikku.
“hai Sal, kamu mau kemana!
“kamu mau kuliah kan?
“iya... (jawabku sambil tersenyum)
“sama, ya udah kita berangkat bareng aja! hari ini kita ada mata kuliah apa? (jawab Salsa sambil menggandeng tanganku sampai di kampus)
Tak terasa sejak tadi kita mengobrol sepanjang jalan, tiba-tiba sudah berada di depan kelas, karna senangnya 2 bulan bagiku waktu yang cukup lama untuk berlibur, mataku terus menerawang menikmati sekeliling pemandangan kiri, kanan dan semua yang berada di kampus. Hatiku bener-benar Bahagia baru saja rasanya kemarin aku masuk kuliah, kini usiaku telah beranjak 21 tahun itu berarti aku harus belajar menjadi wanita yang dewasa ucapku lirih dalam hati dan bibirku terus tersenyum sambil mendekap buku yang ku bawa.
“gubrakkkkkk.....(suara terjatuh)
“awwwww......sakitttt (teriakku dengan keras)
Seorang pria tampan berkulit putih dan menggunakan jaket Hitam menabrakku dari arah depan, Salsapun panik dan segera mendekati pemilik suara yang dia kenal.
“maaf, mba gak kenapa-kenapakan? Tanyanya dengan suara lantang
“hmmmm iya gak kenapa-kenapa, tadi aku juga ko yang salah jalan gak liat-liat (ku jawab dengan senyum lebar)
“owhhh kalo  begitu saya permisi, maaf ya mba sekali lagi?
“iya...
Pria itupun langsung pergi dan lari meninggalkanku, tampaknya dia sangat terburu-buru sehingga kameranya terjatuh dari dalam tasnya, aku terus memanggilnya sambil berteriak dia tetap tidak mendengarkanku, kulihat-lihat kameranya dan kuputar kiri kanan siapa tau saja ada nama pemiliknya disini, ternyata dibelakang kamera tertulis Leo staff kameramen di sebuah per Televisian Swasta di Jakarta.
“kayla......kamu gak apa-apa? Heii yah, dia malah ngelamun. (sambil melambai-lambai tangannya tepat di depan muka ku)
“ehhhh iya gak apa-apa ko (ku balas dengan senyum)
“owhhh syukurlah yuk ke kelas takut ada Dosennya....? ayuk (jawabku)
Wajah pria tadi masih terbayang di benakku, tersentak suara Salsa mengacaukan semuanya. Senyum dan suara tadi seakan membuat jantungku berhenti berdetak, nadikupun seakan-akan berhenti berdenyut.
Mata kuliah hari ini sangat menyenangkan tapi entah perasaanku terasa aneh, mungkin karna kecapean atawkah aku masih kelelahan tadi malam baru pulang dari Bandung esoknya harus kuliah, tapi yang aku pikirkan saat ini bagaimana caranya aku harus sampai di Rumah dan segera beristirahat.
***
Sesampai di rumah aku langsung merebahkan tubuhku di kasur yang terasa empuk, dan membiarkan seluruh anggota tubuhku beristirahat walau hanya sebentar dan berlahan matakupun mulai terpejam.
Sudah jam 17.00 tidak terasa aku tertidur 3 jam, aku pun langsung mendudukan tubuhku pada pinggir kasur dan berjalan menuju meja belajar, mataku terus saja memandangi kamera pemilik yang tadi pagi orangnya aku tabrak, pasti setelah dia membuka ranselnya dia kaget dan panik karna kameranya sudah tidak ada di ransel, aku pun hanya tersenyum membayangi wajahnya yang tampan dan putih seperti tepung terigu.
HP ku terus saja berdering ternyata bunyi suara SMS yang berasal dari Ayu teman SMP ku waktu di Jambi “assalamualaikum kay? Apa kabarmu di sana hampir 7 tahun gak ketemu rasanya kangen kapan kamu berlibur ke Jambi?
walaikumsalam yu, kabarku baik kamu sendiri? Insaallah do’a kan saja aku punya uang lebih dan bisa berlibur ke Jambi.
“amiennn, kabarku juga baik. aku tunggu kehadiranmu di sini dan kita bisa reunian.
“iya, semoga
            Jam 07.58 aku langsung berlari menuju kampus sampai nafasku pun terengah-engah aku telat 13 menit sedangkan masuk pukul 07.45 sesampaiku di depan kelas Dosen telah datang akupun permisi untuk duduk. Untung saja Dosen kali ini tampaknya baik dan memberi konpensasi, aku segera duduk di tempat duduk yang kosong. saat aku duduk tiba-tiba seorang pria dari arah sampingku memanggilku.
“mba....mba (sambil mencolek tanganku)
“ya...aku (sambil menunjuk wajahku sendiri) betapa kagetnya aku, ternyata itu pria yang kemarin tertabrak dan akupun langsung tersentak dan teringat akan kameranya yang tertinggal di rumah.
“ya...ampun (sambil menepuk jidatku sendiri)
“kenapa mba? (tanyanya dengan lembut)
“maav mas kemari pas ketabrakan kamera mas jatuh dari ransel, aku panggil masnya buru-buru kabur jadinya saya simpen dulu. tapi masalahnya kamera mas tetinggal di Rumah?
“ohh...ya baru saja saya mau nanya, ya udah gak apa-apa. Punya nomor HP nya nanti biar gampang kontek-kontekannya
Akupun entah mengapa terasa bahagia sekali saat dia menayakan nomorku itu berarti aku memiliki kesempatan untuk dekat dengannya, sambil malu sendiri.
“oh iya ni nomorku (jawabku sambil tersenyum)
Mata kuliah hari ini telah selesai akupu langsung berjalan mencari Salsa yang sedang asik pacaran berdua Aldo di kantin, akupun langsung menghampiri mereka dan menggangu kencannya.
“woiiii....pacaran aja, dicariin juga dari tadi?
“aghhh kay ganggu aja sih! Jarang-jarang tau si Salsa mau di ajakin jalan berdua itupun Cuma di kampus aja (jawab Aldo)
“udah si Al biarin aja ya Kayla ikut makan bareng sama kita, biar rame?
“ iya...iya makanya kay cari cowok dong, biar loe bisa jalan, makan bareng sama cowok loe! Apa mau gue kenalin sama temen gue namanya Leo?
“iihhh al apa-apaan sih kamu, kayla itu belum pernah pacaran jadi udah deh jangan kompor-komporin.
Akupun langsung memotong pembicaraan Salsa dan kaget saat mendengar nama Leo yang seperti nama yang tidak asing aku dengar lagi.
“Leo??????? Anak yang baru itu?????
“dia bukan anak baru kali kay, sama semester 6 juga,tadinya dia kuliah malam tapi karna dia pindah kerja di Televisi Swasta dan tugas Sore sampai malam jadi dia ambil kuliah Pagi Khusus selasa, Rabu, Sabtu dia temen SMA gue
“owwwhhhh...(dengan wajah datar tetapi hati senang)
Saat ini yang aku rasakan hanya kebahagiaan itu berarti aku memiliki kesempatan untuk bisa lebih dekat denga Leo, aku punya Aldo yang teman dekatnya mungkin melalui Aldo aku bisa mengenal siapa Leo. Aku tipe orang yang tidak pernah percaya akan cinta pada pandangan pertama, aku hanya yakin dengan cinta akan pertemuan selanjutnya, tetapi kini pemikiranku berbalik seolah aku membenarkan bahwa cinta pada pandangan pertama itu indah, tapi entahlah apa benar ini yang namanya cinta, cinta yang belum pernah sama sekali aku rasakan. Saat pertama kali aku melihatnya aku hanya terpaku akan kharismanya bahkan saat itu aku tidak mau tau dia dari mana? kerja dimana? Tapi aku hanya terpaku saat dia berhadapan denganku, yah biarkan waktu yang menjawabnya.
***
Masih jam 04.00 ini masih pagi sekali masih ada waktu 3 jam lagi untuk berangkat ke kampus, tapi rasanya aku benar-benar tidak sabar untuk segera ke kampus atau mungkin ini reaksi rasa ingin bertemuku kepada pemilik kamera yang aku genggam ini, akupun tersenyum sendiri. Mungkin kalau mamah melihatnya akan bertanya apakah aku/ anaknya masih waras senyum-senyum sendiri pada kamera yang aku pegang. Hahahahaha mungkinkah ini yang katanya orang jatuh cinta yang bisa membuat kita sedikit tidak normal. Akupun langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap ke kampus
“kayla...........? terdengar suara mamah dari balik pintu kamarku
“iya mah, ada apa? Tanyaku
“kamu sudah bangun! Dari tadi mamah dengar suara grasak-grusuk dari balik kamarmu?
“hehehehe iya mah, udah! aku mau mandi. (wajah malu-malu)
“ya sudah, tumben baru jam 05.45 dia sudah bangun, biasanya jam 06.30 aja masih susah di bangunin (jawab mamah sambil menggerutu kecil dengan volume dan wajah yang aneh)
Sesampainya ku di kampus aku langsung menaiki tangga menuju kelas, karna semangatnya aku sampai tidak sadar kalau aku melewati 2 anak tangga dan aku merasa tidak capek walau berlarian. Saat aku berjalan menuju kelas sepertiny aku melihat Leo dengan seorang wanita yang sepertinya aku kenal, itu seperti Salsa temanku. Tapi sedang apa ya Salsa dengan Leo dari Perpustakaan? Bukankah jam segini perpus masih di kunci terus Aldo kemana? Aku terus saja bertanya-tanya sendiri dalam hati.
Akupun mempercepat langkah kakiku menuju kelas, yang tadi perasaanku bahagia tiba-tiba berubah keruh dan di penuhi oleh tanda tanya? Saat aku sedang duduk tiba-tiba Salsa dan Aldo datang sambil bergandeng tangan mendekatiku membuat aku kaget dan panik setengah mati.
“woi......Kay bengong aja, masih pagi non. (ucap Salsa)
“wahhhh kayanya ni anak ke sambet hantu Perpus ni? (ucap Aldo menakut-nakuti)
“agghhhhh ALDOOOOO (teriakku) udah deh gak usah nakut-nakutin
“yeahhh emang bener ko di Perpus ada hantunya terserah loe deh kalo gak percaya?
“Aldo, udah dong kasian Kayla (ucap Salsa)
“iya sayang maav, (sambil mencubit pipi Salsa), maav ya Kay Cuma bercanda? (sambil tersenyum kecil dan pergi meninggalkan mejaku)
Saat mata pelajaran dimulai pikiranku pun melayang dan banyak pertanyaan dibenakku yang tidak bisa aku ceritakan kepada siapapun, bahkan sejak tadi aku tidak melihat kemana Leo, atau mungkin cerita yang tadi Aldo bilang itu benar, kalau di Perpus Kampus ada hantunya? Lantas kalau tidak ada kemana Aldo tadi! Mengapa tiba-tiba dia muncul bersama Salsa? Sudah jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku kalau Salsa jalan keluar dari arah Perpus bersama Leo, tapi sejak tadi aku tidak melihat Leo, terus pergi kemanakah Leo?agggghhhhh semua ini membuat aku gila. Pikiranku pun mulai mereka-mereka atau mungkin yang tadi aku lihat di Perpus bukan Salsa dan Aldo atau mungkin itu hantu. Aagggghhhhhhh tidak mungkin aku bisa semakin gila kalau begini.
Jam istirahat aku pun berjalan sendirian ke kantin kampus, kejadian tadi pagi dan pemikiranku yang jelek ini telah berhasil membuat seluruh cacing di perutku demo untuk minta jatah makan siang dan membuat aku benar-benar lapar hari ini. Ketika kakiku melangkah berjalan tiba-tiba seorang pria dari arah belakang menyentuh pundakku.
“hei, kamu? (ucap Leo)
“hei Leo(jawabku sambil tersenyum tipis dan kaget)
Kejadian tadi pagi masih menyisakan merinding di kulitku, sehingga saat aku melihat Leopun langsung kaget dan panik, membuat Leo binggung dengan sikapku.
“hei, kamu tau namaku kemarinkan kita belum sempat kenalan?
“hmmmmm iya aku tau dari Aldo, iya dari Aldo (jawabku sambil grogi)
“owwwh dari Aldo, hmmm ngomong-ngomong maav ya kemarin aku gak sempet tlp/ sms kamu soalnya lagi gak ada pulsa, oh ya nama kamu siapa?
“namaku Kayla panggil aja kay, oh iy ini kameranya
“hmm kay senang bisa berkenalan denganmu! O iya, sampai lupa. sekali lagi makasih yah kay?
“sama-sama (sambil tersipu malu)
“kay aku duluan ya soalnya udah gak ada mata kuliah lagi....bye (sambil melambaikan tangan)
“iya....(tersenyum sebel)

Iiihhh tu orang kan bisa basa-basi dulu ke, ajak ke kantin, terus mau makan bareng gak soalnya kan kamu udah bantuin aku? tapi ini mah malah pergi ngecuekin gitu iiihhh bikin sebel dewh (gerutuku dalam hati). Akupun langsung berjalan sendirian ke kantin menikmati makan siangku, biasanya Salsa menemaniku tapi semenjak ada Aldo, Salsa lebih jarang bersamaku.


BERSAMBUNG.......(TUNGGU LANJUTANNYA) :)
KARYA: yuli yanti :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...