Pic: m.i.g_Guccipic (Pariaman-Jembatan Siti Nurbaya)
Berbicara
Indonesia, Negeri ini tidak pernah lepas dari kata pembangunan. Negeri ini
memiliki 264 juta jiwa yang perlu disejahterakan, sebab pembangunan merupakan
kunci dari hidup dan matinya Bangsa Indonesia. Maka diperlukan perkembangan
dari suatu pembangunan Bangsa, untuk mengatasi berbagai kesulitan di dalam
masyarakat. Mulai dari pembangunan jalan, pembangunan perumahan, dan
pengembangan besar dalam infrastruktur utama yang diperlukan untuk pembangunan
daerah.
Negara
Indonesia sepertinya semakin menyadari betapa pentingnya suatu pembangunan, untuk perubahan Indonesia yang lebih baik. Maka dapat kita lihat betapa
pesatnya Ibu Kota Jakarta dengan berbagai pembangunan, yang membuat mata siapa
saja yang melihat tercengang. Mulanya dari pembangunan tersebut saat
kepemimpinan Soeharto, dari proyek Repelita
dan jangka pendek. Indonesia mengalami kenaikan pendapatan GDP dan terdapat full employment secara signifikan,
bahkan konsep tersebut kita rasakan hingga saat, ini mulai dari sektor-sektor
ekonomi, sosial dan politik.
Mulai
dari berbagai konsep Indonesia sudah mencoba terapkan. Maka dapat dilihat
betapa majunya kini Ibu Kota Jakarta, dengan segala bentuk infrastuktur,
bangunan, teknologi. Hingga Ibu Kota menjadi salah satu tempat incaran para
perantau, untuk bertahan hidup dari himpitan ekonomi yang semakin mendesak. Maka
perlu adanya perubahan dalam suatu daerah, untuk mensejahterakan masyarakat,
agar tidak hanya bergantung pada daerah lain seperti Ibu Kota. Sebenarnya
daerah lain juga mampu melakukan perubahan, seperti Raja Ampat yang mulai
berkembang dibidang pembangunan seperti dibangunnya penerang/listrik di desa,
pembangunan rumah ibadah bagi muslim dan non muslim, bahkan Raja Ampat menjadi
pariwisata yang mampu memberikan pendapatan bagi warga setempat. Surabaya
menjadi kota metropolitan kedua Indonesia setelah Surabaya terkenal dengan
sebutan “Kota Pahlawan” dan merupakan kawasan yang paling pesat pembangunan. Pekan Baru merupakan salah satu kota yang juga pesat dibidang pembangunan. Maka apa
yang menjadikan kota-kota tersebut maju? karena adanya keterbukaan dalam
memberikan kesempatan untuk lebih maju dan berkembang.
Pembangunan
tidak hanya berbicara konsep-konsep kemajuan suatu bangsa. Tapi Menciptakan
sesuatu yang berdampak positif bagi kelangsungan hidup dari suatu daerah. Dari
berbagai bidang baik ekonomi, teknologi, pertanian, perkebunan, infrastuktur
dan sebagainya. Maka perlu adanya pemahaman bagi masyarakat dalam menerima
adanya perubahan.
Di
sinilah pemerintah berperan penting membantu masyarakat untuk mengambil
keputusan, namun tidak merugikan masyarakat sehingga memberikan dampak negative.
Pemerintah harus ada sebagai penengah, untuk menciptakan pembangunan yang
bergunan untuk kepentingan Masyarakatnya. Bukankan pemerintah bekerja untuk
rakyat, bukan orang asing. Jadi apapun keputusan yang diambil haruslah
berdasarkan kepentingan rakyat, termasuk masalah pembangunan pada Negeri ini.
Seperti
yang dikatakan oleh Benny H. Hoed pembangunan dapat diartikan setiap upaya
sistematis yang dilaksanakan untuk melepaskan diri dari ketertinggalan, dan
upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kesejahteraan Masyarakat. Teori dari
pakar ahli tersebut pas apabila diterapkan di Negeri ini.
Maka
dengan itu cocok sekali jika Pembangunan, merupakan urat nadi bangsa Indonesia.
Kita lihat di berbagai daerah betapa majunya pembangunan yang saat ini menjadi Icon. Salah satunya Papua di mana KORINDO
berhasil membangun pusat pendidikan, untuk mengembangkan keterampilan penduduk
setempat dan menciptakan peluang kerja.
Dengan
itu perlunya pembangunan disuatu daerah, untuk kemajuan masyarakatnya dalam memperbaiki
perekonomian. Agar tidak tertinggal dengan daerah yang sudah lebih dulu
melakukan inovasi, dalam menciptakan bangun perbatasan jadi Terasnya Indonesia.
Membuat daerah menjadi Terdepan, Terluar dan tidak lagi Tertinggal karena mampu
menyerap ide-ide dan gagasan untuk masa depan lebih baik.
Saya
tergelitik dengan beberapa surat kabar, tentang daerah yang masih tertinggal
karena enggannya melakukan perubahan, dengan alasan merusak lingkungan, bisa
menciptakan polusi, bahkan bisa membuat daerah terkontribusi dengan pesatnya
perkembangan luar, sehingga merusak nilai-nilai dan moral dari suatu masyarakat.
Jika konsep tersebut dipertahankan, maka jangan salahkan jika daerah lain sudah
terbang, daerah kita masih merangkak. Karena tidak adanya inovasi serta
kreatifitas dalam suatu daerah.
Jika
kita dapat berpikir lebih luas dan melepas konsep tersebut. Saya yakin
pembangunan dari suatu daerah yang tertinggal, bisa menjadi daerah yang jauh
lebih maju dengan mengedepankan hal-hal yang tidak merusak tatanan daerah yang
sudah dipegang teguh sejak dahulu. Menerima suatu perusahaan dengan cara
membantu daerah, untuk Indonesia yang lebih baik, mempekerjakan masyarakat
untuk mengurangi jumlah pengangguran. Memberikan manfaat-manfaat untuk daerah
terutama masyarakat, sehingga kedua belah pihak bisa saling menguntungkan.
Seperti
halnya KORINDO yang mampu membuat daerah tertinggal menjadi daerah yang cukup
diperhitungkan, melalui pembangunan jalan, pembangunan perumahan dan pembangunan
infrastuktur. Bahkan mereka telah mempekerjakan sekitar 10.000 pekerja di
Asiki, serta mendorong masyarakat setempat untuk mencari nafkah sendiri, melalui
kegiatan CSR dengan adanya pelatihan kebun karet dan pelatihan manajeman
peternakan unggas. Melestarikan lingkungan, melakukan pembersihan sungai dengan
mengundang karyawan dan masyarakat setempat, merupakan salah satu program yang
telah berhasil mereka jalankan.
Namun
jika kita tetap diam dan tak melakukan perubahan, maka jangan kaget, jika kita
akan tertinggal jauh dengan Negara luar dari segi pembangunan. Sebab jika
melihat relevansinya, pada saat ini Indonesia berada pada posisi di
mana menuju lepas landas. Dapat dilihat dari ekonomi yang belum stabil,
banyaknya kasus korupsi yang terus terjadi, politik yang sudah tidak sesuai
dengan ruls-nya, hingga menjadi hambatan ekonomi, serta pembangunan untuk
Indonesia lebih baik.
Jika
kita masih takut dengan adanya perubahan dalam suatu daerah. Kita bisa
menggunakan teori Dissaynake yang mana pembangunan sebagai sebuah proses menuju
perubahan sosial yang mengarah ke kualitas hidup yang lebih baik, dari seluruh
ataupun mayoritas masyarakat, tanpa merusak lingkungan ataupun budaya/kultur
lingkungan mereka, dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat
dalam usaha ini, serta membuat mereka menjadi penentu untuk tujuan mereka
sendiri.
Maka
teori ini sangat cocok bagi daerah yang masih mempertahankan kebudayaan yang
sudah mendarah daging, dalam kehidupan suatu daerah. Maju atau mundurnya suatu
daerah kitalah sebagai penentunya, sementara Negara luar hanya menyaksikan
perubahan-perubahan tersebut.
Maka
kita sebagai masyarakat dan penerus-penerus Bangsa, sebagai pemuda Indonesia perlu melakukan perubahan. Dengan cara berkontribusi
melalui pemikiran, dengan memberikan ide dan gagasan bagi pembangunan Indonesia.
Agar menjadikan Negeri ini menjadi Negeri yang patut diperhitungkan khususnya
dibidang pembangunan.

Wah bagus kak artikelnya, saya juga setuju kalau daerah 3T harus dibangun.
BalasHapusBtw kak aku juga ikutan kompetisinya, kunjungan dan komentar balik ya.
Makasih