Langsung ke konten utama

DUNIA BARUKU (HIJRAH)

Usaha di Bidang Decoration

KETIKA kaki meminjak dunia lain, dunia yang tak terjamak olehku. Dunia di mana para wanita menggunakan hijab. Dunia, di mana aku harus menjalankan perintah Sang pemilik Kerajaan Bumi dan Langit, yaitu dengan menegakkan kalam Allah Laillahailallah. Dunia ini tampak asing bagiku, sangat asing. Di mana aku harus menengakkan sholat dan itu harus aku lakukan lima kali sehari. Huruf-huruf bahasa arab yang harus kulantunkan, disetiap menunaikan kewajibanku. Sungguh ini sangat sulit, aku harus belajar dari alif.
Dunia baru ini tak seperti duniaku, yang sangat jauh dari kata Illahi. Bahkan aku sempat berdebat dengan hatiku, apakah dunia ini yang aku cari, atau hanya sekedar pelampiasan karena rasa jenuh menggerogoti hidupku. Aku bergelut dengan hatiku. Setiap malam tanpa henti aku seakan bertanya. Apakah ini yang aku cari?
Namaku Ulina. Identik sekali dengan kebanyakan nama-nama dari Sumatera Utara. Aku seorang wanita yang masih mencari sebuah jawaban. Sebuah keraguaan yang mengganggu hatiku. Keraguan yang tak bisa ku ungkapan dengan lisan, namun mampu mencabik jantungku hingga berkali-kali. Kebenaran yang tidak aku mengerti, sebuah kenyataan yang tak seharusnya singgah padaku, membiusku dalam kenyataan bahwa aku harus menerima sebuah misi rahasia Tuhan yang tidak direncanakan.
Awal pencarianku tentang islam, tentang Allah itu satu. Berawal dari seorang lelaki yang sangat dekat denganku. Ia seorang muslim, ada suatu ketertarikanku padanya. Ia tak hanya baik namun bisa meluluhkan hatiku, layaknya bumi yang seolah bergandeng mesra dengan langit, saat itu kutemukan kenyamanan bersama dengannya yang selalu menenangkanku. Semakin hari aku tertarik dan tertantang akan semua hal tentangnya, hingga muncullah niat jahat di hatiku, untuk mengajaknya ke Gereja dengan tujuan untuk mengkristenkannya. Namun saat ku ajak ia ke geraja, justru yang ku dapati lelaki itu sedang berdebat dengan pendetaku.
Rasa kecewa di hati, memaksaku untuk menghukumnya dengan segala cacian yang bersarang di otakku. Bagaimana bisa ia berbicara seperti itu dengan pendetaku. Maka ku hampiri ia, untuk memberikannya sebuah hukuman yang tak akan pernah ia lupakan. Namun justru lelaki itu berjalan kearahku, dengan sebuah senyuman yang tak aku mengerti. Dia memberikanku sebuah buku tebal, yang aku tak mengerti apa itu. Lelaki itu tak menyuruhku untuk membacanya, ia hanya berkata “Bandingkanlah al-Qur’an ini dengan kitabmu.”
Setelah kejadian itu aku tak pernah lagi menghubunginya. Namun selang dua minggu setelah lelaki itu memberikanku al-Qur’an aku belum juga berani membukannya. Namun rasa penasaran memuncak seakan mendorongku untuk membuka lembaran kitab muslim itu. Aku lebih memilih membuka youtube mencari tau para muallaf, apa yang membuat mereka pada akhirnya memutuskan untuk memilih Islam. Salah satunya video Ustadzah Irene dan Bernand Nababan yang menggetarkanku, untuk segera membaca kitab orang muslim. Namun hati terasa berat, ini menyangkut keimanan dan keluargaku.
Sebab, aku tak bisa mengkhianati orangtuaku. Ini adalah keputusan yang sulit, menyangkut kedua orangtuaku adalah ketua Gereja, dan aku sendiri sabagai sekertaris Gereja dan memiliki jabatan PLA (Pathfinder Leadership Award) atau Master Guide. Tinggal satu langkah lagi aku mencapai posisi terpuncak yaitu MRG di Filiphina untuk melakukan pelatihan. Aku menikmati hidupku yang sebelumnya dengan berbagai fasilitas dan kelengkapan dinas sebagai pejabat disalah satu gereja.
Namun lagi-lagi bayangan, rasa keingintahuan tentang sebuah buku tebal, dari seorang lelaki yang kini telah menghilang terus menghantuiku. Saat ku buka buku itu, aku dibuat bingung dengan tulisannya. Aku memulainya dari surat al- ikhlas, karena aku tidak tau mana bagian depan dari buku itu. Terus ku baca lembar demi lembar terjemahannya ada rasa ketertarikan untuk terus membukanya, tak ada niat di hati untuk berhenti hasrat mendorongku terus membacanya hingga akhir.
Tibalah puncaknya ada getaran di hati membawaku menyakini pada sebuah ayat bahwa Tuhan itu satu tidak beranak dan tidak diperanakan. Tiba-tiba bibirku dengan sendirinya bergumam kitab Islam ini sangat masuk akal. Bagaimana bisa Tuhan memiliki anak dan juga beranak. Disaat itu aku mulai dilanda galau, antara menerima keyakinan orang muslim atau berpura-pura tak tau kebenarannya.
Hatiku menjadi bimbang dan perasaanku menjadi tak karuan, saat itu seorang teman di tempat ku bekerja menyampaikan sebuah rahasia besar yang menghancurkan hatiku. Rahasia yang membuat aku memilih ingin mati. Hingga tibalah saat malam aku bermimpi jika aku menginginkan mati. Aku mencari sebuah rumah untuk menyendiri. Rumah itu tampak jelek dan ada sebuah tangga rusak, jika aku menaiki tangga itu, sudahku pastikan aku akan mati. Jika aku mati bukan karena bunuh diri, tapi karena kecelakaan, dan itu adalah keinginanku. Namun sayangnya keinginan itu tidak terwujud, aku menaiki tangga itu tapi tiba-tiba aku berada di atas dengan hamparan rumput dan berbagai macam bunga-bunga cantik dan indah. Sungguh tempat itu sangat indah, aku terus berjalan di atas hamparan sajadah dengan memakai mukena putih yang aku tak mengerti saat itu. Mimpi itu terus berulang setiap harinya.
Akhirnya kutemuilah seorang Ustadzah di Tanjung Priuk, makan ku ceritakan mimpiku itu padanya. Ia hanya tersenyum lalu menjelaskan segalanya tentang Islam, awalnya aku tak mengerti namun aku tetap sabar mendengarnya. Tiba-tiba hatiku terasa damai, saat itu kuputuskan dan kukatakan padanya bahwa aku ingin mengenal islam, maka tuntunlah aku pada islam. Pada tanggal 6 Desember 2013 aku mantap mengucapkan dua kalimat syahadat dan siap menggunakan hijab. Namun apa yang terjadi tak sampai dua hari keluarga dan teman-teman menjadi geger atas pindahnya keyakinanku menjadi seorang Muallaf.
Bagaimana tidak ayah dan ibuku seorang ketua di Gereja, dan adikku menjabat ketua pula disalah satu gereja. Aku tinggal di lingkungan yang tidak sama sekali mengenal Islam. Lingkungan yang mayoritas Non Islam di daerah Tapanuli tepatnya di siborong-borong. Cacian, makian, hinaan terus menghujamku. Bahkan orangtua mengusirku dan menjauhiku. Ibu dan ayahku tak lagi menganggapku sebagai seorang anak.
Bagi mereka setelah aku melepas keyakinanku sebelumnya, maka saat itu pula aku bukan lagi menjadi anaknya. Ada rasa sakit menusuk bagian dadaku, saat itu rasanya hidup serasa hancur. Padahal ada bakti yang harus kujalani sebagai seorang anak usai ku memeluk Islam yaitu berbakti kepada ayah dan ibuku. Namun hingga kini bakti itu belum juga kupenuhi. Hati rasanya tercabik dan hancur, mendengar pengakuan langsung dari ayah dan ibuku. Seandainya mereka tau bahwa sampai kapanpun cinta dan sayang serta baktiku akan tetap aku persembahkan untuk malaikatku, meski keyakinan kami sudah tidak sama.
Pengusiran ibu dan ayahku membuatku semakin mantap dengan Islam, hingga setiap malam tak pernah kuberhenti berdoa agar Allah menggerakkan hatinya untuk menerimaku kembali. Bahwa sampai kapanpun Syurgaku tetap ada dimereka.
Aku memilih merantau dan menetap di Jakarta. Mengalami dan menjalani kehidupan seorang diri. Hingga tiba saatnya Allah mempercayaiku, seakan menjawab segala mimpiku. Kini aku memiliki keluarga kecil dan menetap di Jakarta tepatnya Pal merah. Setelah sekian lama tak jumpa, Allah mempertemukanku kembali dengannya, dengan lelaki yang kini menjadi imamku yaitu Basir Gani dia adalah lelaki yang dulu berniat ingin ku kristenkan. Namun apa yang terjadi lelaki itu kini menggenggam tanganku dengan erat, bahkan berhasil membuatku percaya akan adanya Allah yang tunggal, dan aku semakin cinta dengan Islam.  Seorang pria muslim yang selalu senantiasa menjagaku dalam pandangannya. Ia-lah kini tempatku bersandar dari kelamnya kehidupan yang seakan-akan, mereka mengolok-olokku atas keputusan yang aku ambil. Kini dengannya telah hadir malaikat kecil kami bernama Fakar Muhammad gani.


Foto Ulina bersama keluarga kecilnya
Setelah sebulan aku memeluk Islam, aku mencoba usaha dibidang Decoration. Alhamdulillah semuannya berjalan lancar dan mimpiku melihat bunga-bunga terwujud. Allah mengizinkanku menjadi seorang Decoration yang berhubungan dengan bunga-bunga untuk sebuah pernikahan, seakan ada sebuah rahasia dari mimpiku yang Allah perlihatkan padaku. Kini tak ada yang harus ku takuti lagi, sebab kehidupanku semua dijamin oleh Allah, apapun yang terjadi Allah-lah yang maha tau, apa yang baik dan tidak baik untukku.
Bagiku syurgaku tetap akan sama, yaitu Ibu dan ayah yang telah berjuang melahirkan serta membesarkanku dengan kasih sayangnya. Sebab aku percaya keajaiban akan datang jika waktunya telah tepat. Aku hanya berharap kelak kedua orangtuaku mengerti mengapa aku mengambil keputusan ini. Doaku selalu yang terbaik untuk mereka, agar Allah selalu membukakan pintu hati malaikatku untuk melihat kebenarannya. Bahwa sampai kapan aku akan tetap mencintai mereka, walau keyakinan kami kini sudah tak sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...

SWOT yang terdapat pada zalora (menurut pendapat saya dan beberapa orang yang berpengalaman berbelanja dionline zalora)

Contoh perusahaan online   ZALORA SWOT adalah singkatan dari Strenghths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi; caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Salah satunya perusahaan online zalora KEKUATAN DARI ZALORA (STRENGHTHS) Situs e-commerce fashion milik Rocket Internet, Zalora baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaannya telah menerima pendanaan dari salah satu grup retail terbesar di Eropa, sebesar 20 juta euro. Sebagai tambahan, Zalora juga telah memulai pendirian pusat pengembangan software untuk regional berpusat di Singapura. Sebelumnya, Tengelmann Group telah berinvestasi di dua perusahaan Rocket Internet, yaitu Lazada di Asia Tenggara dan klone Amazon untuk...

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!

Yuk...Jadi Muslimah Yang Sebenarnya !!!!  Bismillahirahmanirahim... Assalamualaikum wr wb... Mohon maaf bukan niat hati tuk menghakimi temen-temen yang belum bisa memakai jilbab tapi pada dasarnya hanya sekedar untuk saling mengingatkan saja sesama umat islam khususnya wanita,," ketika mengaku muslim, tapi sudahkah kita sholat, puasa atau mengaji? bagi wanita sudahkah kita berhijab...hati-hati lho jika kita berhijab tapi banyak hijab power ranger. ngomongnya mau hijab nanti saja kalu sudah menikah, memangnya kita yang mengatur Allah? nanti kalau tiba-tiba sebelum nikah Allah cabut nyaea kita bagaimana? justru itu akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa kita bayangkan. Ukhti...sesungguhnya Allah maaf pemaaf dan pengampun Lho...!! jika kita ingin baik dan sempurna dihadapan orang peting seperti pejabat, Pacar. masa kita gak mau sih terlihat sempurna dihadapan Allah? Justru kita harus menarik perhatian Allah dengan cara meningkat...