Langsung ke konten utama

SEMINGGU TA’ARUF LANGSUNG DIKHITBAH




kata siapa menikah tanpa pacaran gak langgeng?? Ada juga yang berpendapat pacaran itu harus, sebab dengan pacaran kita akan tau bobot-bebet wanita atau pria yang akan kita nikahi. Ada yang bilang pacaran adalah sebuah penjajakan untuk kita mencari pasangan terbaik. Sebenarnya kalau kita mengikuti ajaran islam, tak ada nama istilah pacaran dalam Islam, apa lagi istilah mencari yang terbaik. Ada juga yang berpendapat banyak mereka yang menikah melalui perjodohan tak langgeng, karena sama-sama tak mengenal, sama-sama tak menjajaki, pada akhirnya harus bercerai. Sebenarnya kalau kita berfikir dalam Islam menikah itu memang berawal tak saling menyukai, tak saling mencintai. Cinta itu akan hadir setelah menikah, sebab cinta datang bukan karena dicari, tapi ditumbuhkan setelah menikah.

Saya berbagi sedikit cerita. Saya memiliki teman pengajian, teman sama-sama hijrah, kami menutut ilmu di YISC Al azhar. Wanita sholeha itu ku kenal dengan kepribadiannya yang lembut dan mudah bergaul. Tak pernah sedikitpun kami membahas tentang ikhwan, ia lebih sering bercerita dan berbagi tentang ilmu Islam. Kami sangat dekat, terkadang kami selalu menghabisi waktu dengan Chat yang lagi-lagi tak pernah, segelintir pikiran kami mengarah pada ikhwan.

Tak berapa lama tiba-tiba temanku itu terdengar bahwa ia segera akan dikhitbah seorang ikhwan yang tak lain juga anak Yisc Al azhar, tapi beliau sebagai pengajar panahan. Aku terkejut, sebab kutau sahabatku itu sama sekali tak pernah ada tanda-tanda sedang ta’aruf atau dijodohkan. Dengan rasa penasaran, kuhubungi dia, kutanyakan kebenarannya. Sontak aku terkejut, jika kabar itu benar adanya.

Ia bercerita padaku detik-detik ikhwan itu mengkhitbahnya. Sungguh hatiku terharu, dan terenyuh mendengar kisahnya. Seorang kakak pemandu menanyakan padanya, apakah temanku ini sudah siap jika ada seseorang ikhwan yang hendak serius padanya? Temanku menjawab dengan satu tarikan nafas, In sha Allah siap, kuserahkan semua kepada Allah. Tak berapa lama setelah kakak pemandu kami bertanya kepadanya, beberapa hari kemudian ia menerima CV ta’aruf dari seorang Ikhwan yang tak ia kenal. Setelah bertukar CV, ikhwan itu menanyakan padanya, apakah proses ta’arufnya bisa dilanjutkan. Tanpa ragu temanku menjawab ia, padahal ia sama sekali belum mengenal ikhwan itu. Siapakah dia? Dari manakah dia? Atau bagaimanakah kehidupannya? Walau lengkap sudah di CV tersebut, setidaknya ia butuh pengenalan lebih dalam, agar ia tak salah menempatkan hati. Namun niat hati sahabatku bukan untuk sekedar hanya menikah, tak peduli rupa, materi dan semuannya. Sebab yang ada dihatinya hanya Allah, semua ia serahkan kepada Allah.

Tak sampai sebulan ikhwan itu datang menemui kedua orangtua temanku, padahal mereka belum bertemu secara fisik. Ikhwan itu tiba dengan kedua orangtuannya dan saat itu langsung mengkhitbah temanku. Saat itu pertama kalinya mereka bertemu, hingga sampai ditentukan hari pernikahan mereka juga jarang bertemu, semua diurus dengan baik oleh kedua keluarga mereka. Tibalah hari sakral yang ditunggu-tunggu merekapun akhirnya menikah, dan itulah pertemuan ke tiga mereka dan seterusnya.

Kata siapa menikah harus melalui proses pacaran? Jika kita menikah Karena Allah, dan tujuan hidup kita sebagai penyempurna iman in sha allah cinta akan tubuh seiring berjalannya waktu. Sebab cinta memang bukan untuk dicari, tapi bagaimana menumbuhkannya. Itulah pelajaran yang dapat kupetik dari sahabatku Ninik, semoga engkau selalu bahagia menjadikan Rasulullah sebagai panduanmu dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami yang engkau cintai.


Tunggu kisah cinta indah selanjutnya, hingga penulisnya mendapatkan cinta halalnya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...