Langsung ke konten utama

PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK (FEATURE)


PUKULAN KAYU AYAH MEMBUAT AKU JUARA


19 Mei 2016    .    by Yusril Eza Mahendra .  in Jurnalistik

Di tengah-tengah maraknya para Remaja yang baru saja lulus UN (Ujian Nasional). Banyak Siswa/ siswi berlomba-lomba untuk bisa merayakan kelulusannya. Berbagai cara dilakukan oleh para siswa/ siswi SMP, SMA yang telah selesai UN dengan cara konvoi dan ugal-ugalan dijalan, coret-coret baju, ada juga yang merayakannya di Hotel. Namun berbeda dengan Yusril Eza Mahendra (14 tahun), seorang siswa lulusan SMPN 9 Depok (Boge). Disaat teman seusiannya sibuk merayakan hari kelulusan, ia justru sibuk mencari sekolah di Kampung. Menjauh dari keramaian dan gemerlapnya Ibu Kota Jakarta. Ia lebih memilih kampung halamannya Pariaman, Sumatera Barat untuk menghindari gaya kehidupan anak zaman sekarang. Identik dengan tawuran, Bully, bahkan Pemerkosaan yang bahkan ramai terjadi. Tidak hanya dikalangan Dewasa, namun anak remaja yang umurnya masih belasan tahunpun tidak ada rasa takut untuk melakukan pembunuhan, bahkan pemerkosaan.  
Maka disinilah pentingnya peran orang tua dalam mendidik Putra/ Putrinya. Banyak orang tua yang memberikan hadian pada anaknya berupa gadget, yang pada akhirnya mereka asik dengan dunianya dengan menonton berbagai youtube tanpa bimbingan orangtua, serta permainan game yang tidak mendidik. Namun berbeda dengan orangtua Yusril Eza Mahendera. Bapak Sukirman (56 tahun) dan Ibu Jasmidar (54 tahun) yang membiasakan mendidik anak dengan cara mengharuskan mengaji setelah shalat Maghrib, dan jam delapan malam sudah harus berada di Rumah.

Beliau menerapkan pukulan kayu yaitu, jika maghrib tak mengaji maka kayu dengan ukuran 1 meter yang terletak diatas lemari akan melayang dikaki dan tangan putra/ putrinya. Pak Sukirman menerapkan peraturan itu, berharap kelak putra dan putrinya ketika beranjak dewasa akan terbiasa mengaji dan pulang tepat waktu tanpa diberitau. Dan kini terapan yang dibuat pak Sukirman memberikan kesan positif untuk putra dan putrinya.

Terbukti kini Yusril Eza Mahendra yang kini berusia (16 tahun) sedang mengenyam pendidikan di SMAN 3 Pariaman. Berkat arahan dan bimbingan dari orang tua, kini Yusril menjadi siswa yang cukup diperhitungan dari segi akademik di sekolahnya. Yusril bukan dari kalangan mampu, namun semangat belajarnya tak pernah padam.

Siswa ini sejak MI selalu meraih juara. Baru-baru ini ia memperoleh gelar juara 1 olimpiade Geografi Tingkat Provinsi Sumbar, yang diadakan di STKIP PGRI Sumbar di Gunung Pangilun Kota Padang. Diikuti oleh 128 peserta dari 26 sekolahan tingkat SMA/ MA sesumbar pada tanggal 4-5 Maret 2016. Acara ini diadakan dalam rangka menyambut hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2016.

(Foto: Yusril Eza Mahendra menjawab pertanyaan dari juri)

Sebelum meraih juara 1 Olimpiade Geografi Sesumbar, bocah ini kerap kali mengikuti berbagai lomba. Salah satunya mengikuti lomba SAINS Nasional tingkat Kota Pariaman. Olimpiade bintang SAINS di Padang TV. Kegiatan pemilihan pelopor penataan ruang tingkat Provinsi, yang akan dikirim ke Ibu kota Jakarta. Walau siswa ini tak menang di kegiatan pemilihan pelopor penata ruang tingkat Provinsi, namun siswa ini sedang disibuk bersama Osis TRIPA merancang Olimpiade IPS (HISOMIC PC) se-Sumatra Barat yang akan diikuti 60 sekolahan. Salah satunya SMA N 1 Padang Panjang, SMA N 1 Bukit Tinggi, SMA N 1 Sumbar, SMA N 1 Cendikia. Yang diadakan pada tanggal 17 April 2016.
Semua yang telah ia raih tak lepas dari dukungan dan dorongan keluarga. Terutama Ayah dan ibu yang selalu mengawasinya setiap saat. Bahkan untuk berpergian saja ia harus meminta izin dulu kepada ibu, dan menghabiskan banyak pulsa untuk menelpon ayah serta kakak-kakaknya yang berada di Jakarta. Hanya  demi mendapatkan izin, untuk pergi bersama temannya mendaki gunung. Baginya izin dan Ridho keluarga adalah nomor satu, karena tanpa ridho keluarga terutama orangtua setiap pekerjaan yang ia lakukan tidak akan pernah berjalan lancar.
Yusril berharap untuk anak-anak generasi selanjutnya agar giat dalam belajar. Karena belajar merupakan ladang amal. Untuk menjadi orang yang pandai, kunci utama selalu ingat dengan yang maha kuasa, dan menuruti setiap nasehat orang tua. Sebab setiap langkah kita harus disertai ridha Allah dan Ridha orangtua.
Serta untuk menciptakan generasi hebat, berawal dari orangtua, bagaimana cara orangtua mendidik putra/ putrinya. Kita menginginkan anak kita hebat, namun kita sendiri tidak peduli dengan pertumbuhannya. Sebab madrasah yang paling hebat dan luar biasa, bukan di sekolah tapi di orangtua. Dan itu telah berhasil diterapkan oleh keluarga pak Sukirman.

Komentar

Posting Komentar

Dilarang mengcopy, karena Blog ini dilengkapi dengan pendeteksi pengaman

terima kasih telah berkunjung pada situs Blog ini.

Postingan populer dari blog ini

Minuman sehat Untuk Kita yang Syar’i

Berhijab syar’i bukan menjadi suatu hambatan bagi kita untuk menjalankan suatu aktifitas. Hanya karena kita tidak PD (Percaya Diri) dengan apa yang kita kenakan. Karena merasa kita berbeda dengan yang lainnya. Jangan jadikan syar’imu menghambat karir dan dirimu untuk berkarya. Banyak perusahan yang mau menerima karya dan ilmumu, tak sedikit wanita berhijab syar’i bisa sukses dan jaya bahkan bisa menembus dunia luar. Semua tergantung cara pandang dan berfikirmu. Lakukan yang terbaik, kepakkan sayapmu dan katakan pada dunia bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Dulu saya menghabisi banyak waktu untuk kegiatan dengan bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang otomotif, malam harinya saya harus kuliah, di tambah sabtu minggu saya harus latihan teater, bergabung bersama komunitas Film pendek, pengajian di YISC Al Azhar ditambah harus menyelesaikan naskah, itu semua tidak menghambat saya untuk tetap syar’i. Kalau sudah begitu, sangat penting bagi kita ...

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A

CUKUP MENGAGUMIMU DALAM DO’A (jika dalam raga tak mampu memilikimu, maka dengan do’a aku merasa memilikimu) senja menyapa malam, sisa hujan tadi sore membuatku menelusuri lorong waktu. Detak jam tak seirama dengan suara rintikan hujan, namun dapat memadukan irama yang indah jika didengar dengan penuh cinta. Kenyataan tadi siang telah jauh menghantamku ketebing jurang tertinggi, senyum yang dulu aku harapkan, kini seakan menjadi neraka yang tak ingin aku lihat. jika kuingat kembali kejadian itu, aku hanya ingin meminta kepada tuhan, kenapa harus dirimu orang yang pertama aku cintai? Mengapa harus dirimu orang yang pertama mengisi hatiku? Ya seperti itulah kenyataannya. Kuingat kembali saat pertemuan kita digerbang sekolah, kau berjalan melewatiku dengan aroma wangi tubuhmu, senyumanmu yang memukau membuat seluruh wanita memandangmu. Namun sayangnya senyumanmu itu bukan untukku, tapi untuk wanita yang sedang berdiri anggun didepan taman sambil melambaikan tangann...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 2

MALAM itu langkah kaki yang tidak menyisahkan suara, mencekik pernafasannya berulang kali. Sebuah nama yang terngiang jelas di benaknya. Sebuah nama yang tak ingin ia dengar, dan nama itu telah ia kubur dalam-dalam hingga tak membekas sedikitpun dalam memorinya. “Amara dan Ronald bagaimana keadannya sekarang?” Kenny melirik Omanya, ada rasa sesak membuncahkan rasa sakit teramat dalam. Ia kemudian membuang pandang dengan mata yang mulai memerah dan berair. “Oma jangan pernah sebut nama itu di depan saya. Rasanya mendengar namanya saja, membuat saya tak bisa bernafas.” Ucapnya menahan amarah, dengan gigi yang mengeram seakan ia merasakan darahnya berdesir. “Baiklah Oma mengerti.” Ke duanya terdiam. Hening, tak menimbulkan suara. Eva melirik sekilas ke arah Kenny, setelah memastikan cucunya sudah sedikit tenang. Ia kemudian meminta Kenny, untuk memanggil Nara di Pavillion. Mengingat hari ini hari libur, tentunya gadis itu akan sangat bosan, setelah seharian sejak ...