Pagi itu Nara sudah bangun dari tidurnya, sejak jam lima subuh sehabis shalat. Ia bergegas menuju sebuah bukit yang tidak jauh dari Kawah Putih. Ia menghabiskan waktu bersama embun, hingga matahari menyumbul dari balik awan. Hingga waktu bergerak menuju angka sebelas siang, Nara masih belum beranjak dari posisinya. Panasnya terik yang menyengat kulitnya tidak ia pedulikan. Matanya terus menatap tajam, pada hamparan pohon yang menghijau hingga sebuah bayangan senyum menyapanya. “Kenny?” Ucap nara Gadis itu menutup matanya, kemudian membukannya kembali “Hahahaha…Nara itu hanya bayanganmu saja.” Ucapnya dan tertawa seorang diri. “Selain aneh kamu ternyata juga tidak waras. Di tempat sepi seperti ini, masih sempat-sempatnya tertawa dan berbicara sendiri.” Sebuah suara, berhasil menyentikkan telingannya. Nara membalikkan badannya. Matanya membulat tak percaya dengan apa yang kini ia lihat. Gadis itu kemudian berdiri, dan menjauh dari pria itu. Nara berlari sekencang...
Izinkan Yuliee Bercerita lewat tulisan