Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

KINARA DI UJUNG SENJA PART 4

Pagi itu Nara sudah bangun dari tidurnya, sejak jam lima subuh sehabis shalat. Ia bergegas menuju sebuah bukit yang tidak jauh dari Kawah Putih. Ia menghabiskan waktu bersama embun, hingga matahari menyumbul dari balik awan. Hingga waktu bergerak   menuju angka sebelas siang, Nara masih belum beranjak dari posisinya. Panasnya terik yang menyengat kulitnya tidak ia pedulikan. Matanya terus menatap tajam, pada hamparan pohon yang menghijau hingga sebuah bayangan senyum menyapanya. “Kenny?” Ucap nara Gadis itu menutup matanya, kemudian membukannya kembali “Hahahaha…Nara itu hanya bayanganmu saja.” Ucapnya dan tertawa seorang diri. “Selain aneh kamu ternyata juga tidak waras. Di tempat sepi seperti ini, masih sempat-sempatnya tertawa dan berbicara sendiri.” Sebuah suara, berhasil menyentikkan telingannya. Nara membalikkan badannya. Matanya membulat tak percaya dengan apa yang kini ia lihat. Gadis itu kemudian berdiri, dan menjauh dari pria itu. Nara berlari sekencang...

KINARA DI UJUNG SENJA PART 3

“Maafkan Nara, Kenny! Nara tidak sengaja.” Ucapnya ketakutan. “Kamu itu seperti gelembung di tengah lautan, yang tidak berarti apa-apa dalam hidup saya. Bahkan lumut yang menjijikan saja bagi saya, lebih berharga di bandingkan denganmu.” Ucapnya dengan amarah yang berkobar, seakan matanya saat itu sedang mengincar mangsa. “Lalu mengapa Kenny, menyelamatkan hidup Nara saat itu?” Ucapnya dalam tangis. “Dan itu adalah kesalahan dalam hidup saya!” Teriaknya, menyentakkan Pak Ogah yang masih berada di sana. Nara berlari menuju Pavillion, saat itu hatinya hancur. Gadis polos dan lugu, bahkan hidupnya yang selalu penuh warna, seketika warna itu pudar. Bayangan masa lalu kembali menyelinap masuk, dan mengusik tidurnya. Warna–warni itu menyeretnya ke dalam warna hitam dan putih, sebuah kehidupan yang sudah ia tutup rapat, kini mengelupas membuka luka lama yang belum mengering. Sementara Kenny melempar gitar yang ada di pangkuannya, ia berdebat dengan dirinya sendiri dengan apa yang...