Aku mencintainya karena-Mu, maka kulepaskan pula ia karena-Mu Aku hanya seorang anak manusia yang penuh dengan kekurangan. Aku tidaklah secantik Aisyah, sehebat dan semulia Khadijah, tak juga kaya seperti Bilqis. Hanya seorang gadis yang berharap masuk diantara salah satu gadis terbaik di akhir zaman. Mencintai seseorang yang belum tentu jodoh kita, akan membuat rasa bersalah tumbuh di hati. Seperti ombak yang bersalah pada tebing karena menamparnya berkali-kali, seperti kumbang yang bersalah pada bunga diam-diam dihisap madunya, begitupun rasa bersalah api pada kayu yang menjadikannya arang. Aku pernah mencintainya, dalam relung hati terdalam. Tak tersampaikan lewat lisan, tak diindahkan oleh mata. Mencuri pandang dari kejauhan, tersipu malu saat kusebut namanya, diam-diam kupatrikan namanya di dalam hati, berlahan kuselipkan namanya dalam doa. Ku kira mencintainya dalam hati tak masalah. Ku kira menatapnya diam-diam dari kejauhan tak apa. Tapi aku salah, semak...
Izinkan Yuliee Bercerita lewat tulisan